Aset Lebih dari Rp 1 M, Penghasilan Rp 90 Juta Setahun

Aset Lebih dari Rp 1 M, Penghasilan Rp 90 Juta Setahun
TELADAN: Ponijan Makun (kanan) bersama dengan pembinanya, Darmono, setelah dikukuhkan sebagai Transmigran Teladan 2014 di Jakarta pada 16 Agustus. Foto: Hilmi Setiawan/Jawa Pos

Dia banting setir dari atlet bola voli karena tidak mendapatkan penghasilan yang layak. Job sebagai pemain voli tarkam tidak rutin dia terima setiap bulan. Dengan bekerja serabutan dan kadang-kadang menerima tawaran bermain voli, penghasilan rutinnya sekitar Rp 500 ribu dalam sebulan.

Penghasilan itu tentu sulit memenuhi kebutuhan layak keluarganya. Akhirnya dia tidak menyia-nyiakan lowongan menjadi transmigran. Dia berketad mengubah nasib menjadi lebih baik. Kebetulan dulu ayahnya juga seorang transmigran.

Awal mengolah lahan, Ponijan menanaminya dengan sayur-sayuran. Hasil yang dia dapat tidak terlalu menggembirakan. Namun, Ponijan berhasil membaca peluang bisnis lain di pusat transmigran yang baru beberapa tahun terakhir mendapat aliran listrik itu.

Peluang tersebut adalah membantu rekan-rekan sesama transmigran lainnya menjualkan hasil panen. Misalnya, jagung, kacang tanah, kedelai, dan buah-buahan.

Sebelumnya hasil panen sering menumpuk di rumah transmigran. Barang itu baru terjual jika ada tengkulak yang datang dari kota. Kedatangan tengkulak tersebut sering terpengaruh cuaca. Sebab, ketika musim hujan, jalan menuju pusat transmigran kerap terputus gara-gara lumpur tebal.

’’Saya akhirnya berbisnis jasa. Modalnya kepercayaan tetangga,’’ kata Ponijan. Dia menjual hasil penen para tetangganya ke Sorong, Papua Barat.

Ponijan membawa berkarung-karung hasil panen dari kampung transmigran menuju Pelabuhan Kobi di Seram Utara. Dia hampir tak mengeluarkan modal dalam bisnis jasa itu. Pasalnya, para pemilik hasil panen cukup meminta hasil penjualan dari Ponijan.

Penghasilan sebagai penjual hasil panen ke Sorong itu lumayan besar. Ponijan mengaku, dalam sekali penjualan hasil pertanian di Sorong, dirinya berhasil mendapatkan komisi hingga Rp 25 juta. Dia melakukan pekerjaan itu hingga berhasil membeli sepeda motor dan mobil keluarga.

NAFAS Ponijan Makun sempat tercekat ketika pertama menatap rumah transmigran di Desa Sari Putih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News