ASI pada Ibu Terpapar Covid-19 Ternyata Mengandung Antibodi Lebih Tinggi

ASI pada Ibu Terpapar Covid-19 Ternyata Mengandung Antibodi Lebih Tinggi
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Antaranews

jpnn.com, JAKARTA - Satgas Asi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Wiyarni Pambudi mengatakan ibu menyusui yang terpapar Covid-19 tetap bisa memberikan air susu ibu atau ASI eksklusif kepada bayinya.

Berdasarkan hasil penelitian, kata Wiyarni, ASI (air susu ibu) pada ibu yang terpapar virus Corona memiliki kandungan antibodi yang tinggi.

"Pada ibu yang terkonfirmasi positif ternyata di dalam ASI-nya mengalir antibodi imunoglobulin A dan G, mengalir pula lactalbumin, lactoferrin, dan lainnya yang secara spesifik merupakan benteng perlawanan terhadap SARS-CoV-2," ucap Wiyarni dalam temu media bertema peringatan Hari Menyusui Sedunia, Kamis (5/8).

Dia menjelaskan aktivitas antibodi sIgA spesifik SARS-CoV-2 dan IgG spesifik dalam ASI ibu yang terkonfirmasi Covid-19 bisa bertahan selama 7-10 bulan setelah terinfeksi virus.

Selain itu, ibu menyusui yang sudah menerima vaksin Covid-19 juga memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sejak 14 hari setelah penyuntikan dosis pertama.

"Imun menjadi semakin kuat setelah minggu keempat dan terukur lebih tinggi pada minggu kelima dan keenam," beber Wiyarni.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 IDAI, sebanyak 447 anak berusia di bawah 1 tahun meninggal akibat Covid-19. Sekitar 16 persen di antaranya adalah bayi baru lahir.

Wiyarni menjelaskan aktivitas menyusui tidak boleh terputus meskipun ibu menyusui adalah kontak erat atau telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Satgas Asi IDAI Wiyarni Pambudi mengatakan ibu menyusui yang terpapar Covid-19 tetap bisa memberikan asi eksklusif kepada bayi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News