Assalamualaikum, Bang Ngabalin, Mengapa Tidak Meminta Maaf kepada Pak Busyro?

Assalamualaikum, Bang Ngabalin, Mengapa Tidak Meminta Maaf kepada Pak Busyro?
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin. Foto: dokumen JPNN.Com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai komentar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menjawab kritikan Busyro Muqoddas, sangat berlebihan. 

Saleh menilai tidak selayaknya kritik dari masyarakat dibalas dengan kalimat konfrontatif. 

Kalau pun menolak kritik itu, sebagai tenaga ahli utama KSP, Ngabalin dmestinya menjawab dengan memakai diksi yang baik.

"Bang Ali ini kan orang sekolahan. Di mana-mana selalu bicara kalau dia memang orang berpendidikan. Sekolahnya sudah paripurna. Semestinya, ada bingkai kesantunan dalam setiap kali berbicara dan menjawab kritik. Tetapi ini kan tidak ya, jawab kritik ternyata membuat polemik," ujar Saleh dalam keterangannya, Sabtu (15/5).

Ketua Fraksi PAN di DPR ini kemudian menyoroti pernyataan Ngabalin yang terkesan menyebut para pengkritik tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK berotak sungsang. 

Pengkritik TWK tersebut di antaranya Busyro yang merupakan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Busyro saat ini menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah. 

"Seharusnya sebagai kader Muhammadiyah, dia (Ngabalin) semestinya tahu kapasitas para pimpinan di Muhammadiyah. Mereka yang terpilih adalah yang diseleksi secara alamiah dan ilmiah. Tidak ada pimpinan di Muhammadiyah yang karbitan," ucapnya. 

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini lebih lanjut mengatakan, banyak aktivis muda Muhammadiyah kecewa kepada Ngabalin. 

Bang Saleh mempertanyakan sikap Ali Mochtar Ngabalin yang tidak mau meminta maaf kepada Busyro Muqaddas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News