Atasi Perbedaan Waktu Idulfitri, Denny JA: Saatnya Muslim Dunia Punya Kalender Global Hijriah

Atasi Perbedaan Waktu Idulfitri, Denny JA: Saatnya Muslim Dunia Punya Kalender Global Hijriah
Salat Idufitri. Foto: Arry Saputra/JPNN.com

“Kita bangga melihat luasnya toleransi atas perbedaan itu. Tapi sekaligus juga prihatin atas perbedaan waktu tersebut. Perlukah dan mungkinkah suatu hari kelak umat Islam di seluruh dunia mengembangkan kalender hijriah global, sehingga jauh lebih cepat mengetahui dan bisa bersama di tanggal dan hari yang sama merayakan Idul Fitri?,” ujar Denny JA.

Denny menjelaskan, secara keilmuan, di era saat ini sangat mudah membuat kalender bersama secara global bagi seluruh umat Islam di muka bumi. Dengan kecanggihan teknologi yang ada, sangat mudah untuk mengetahui kapan hilal di bumi muncul sebagai syarat datangnya 1 syawal, hari raya IdulFitri.

Fakta yang ada saat ini, jadwal salat di seluruh dunia bisa dan sudah disusun dengan mudah.

Kapan jadwal salat di Arab Saudi, Tiongkok, dan Indonesia bisa ditentukan hingga ke satuan angka jam, menit, dan detik, bahkan untuk satu bulan ke depan. Lewat jadwal salat itu, kawasan Muslim bisa bersepakat menyelenggarakan ibadah wajib itu di hari yang sama.

Denny menambahkan, ilmu pengetahuan saat ini bahkan bisa memprediksi akan terjadi gerhana matahari pada 50 tahun mendatang.

Ilmu pengetahuan kini bisa menghitungnya dengan presisi yang tinggi. Bahkan, dapat mengetahui di daerah mana gerhana matahari 50 tahun mendatang bisa dilihat.

“Cukup kita ketik saja di Google. Kurang dari satu menit, Google memberitahu bahwa gerhana total matahari di 2073, 50 tahun dari sekarang, akan terjadi di tanggal 21-22 Februari. Lengkap pula dituliskan di negara mana total gerhana matahari itu bisa dilihat,” ungkapnya.

Belum adanya kalender global hijriah, menurutnya, bukan karena ilmu pengetahun, namun pada pilihan interpretasi aturan, ego nasionalisme, maupun ego organisasi kemasyarakatan.

Di Indonesia kembali terjadinya perbedaan Hari Raya IdulFitri di Tanah Air, seperti yang terjadi dalam beberapa tahun ke belakang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News