Australia Termasuk Negara yang Beruntung, tetapi Virus Corona Akan Bertahan

Australia Termasuk Negara yang Beruntung, tetapi Virus Corona Akan Bertahan
Semua skenario model bisa berujung pada hasil kesehatan yang buruk atau larangan keluar rumah lebih lama, menurut salah satu pakar. (ABC News: Brendan Esposito)

"Hampir tidak masuk akal membayangkan virus ini akan punah secara global, yang artinya, virus ini akan tetap bertahan disini.

Penjelasan pemodelan di Australia

Kepala Staf Medis Australia, Brendan Murphy mempresentasikan beberapa grafik yang dibuat oleh Doherty Institute untuk melihat pergerakan pasien virus corona, berdasarkan data kasus internasional dan kondisi hipotetis (bukan angka sebenarnya) di Australia.

"Pemodelan ini tidak memprediksi apa yang akan terjadi di Australia, juga tidak memberi tahu Anda berapa banyak orang Australia akan tertular virus atau berapa banyak orang Australia akan menyerah pada virus itu," kata Brendan.

Tetapi pemodelan ini membantu pemerintah dalam pengambilan kebijakan yang bisa menekan angka penyebaran virus.

Australia Termasuk Negara yang Beruntung, tetapi Virus Corona Akan Bertahan Photo: Model yang dipakai Australia untuk menentukan kebijakan Australia dalam menangani pandemi virus corona. (Dokumen Departemen Kesehatan Australia)

 

Salah satu grafik menunjukkan, jika Australia tidak mengambil tindakan apapun untuk menghentikan penyebaran penyakit, sekitar 23 juta orang, atau 89 persen dari populasi, dapat terinfeksi.

Dalam skenario terburuk itu, sistem kesehatan akan hancur dan fasilitas perawatan intensif hanya dapat menampung 15 persen dari seluruh orang yang terinfeksi.

Pada grafik yang lain, dengan diperkenalkannya tindakan-tindakan, seperti karantina dan isolasi, pandemi digambarkan sedikit memuncak, namun masih membebani sistem kesehatan Australia.

Para pakar yang terlibat dalam skenario pemodelan yang digunakan Australia untuk menangani pandemi virus corona mengatakan Australia dalam posisi

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News