Awas! Aibon Dapat Mengancam Potensi Generasi Emas Papua

Awas! Aibon Dapat Mengancam Potensi Generasi Emas Papua
Aliansi Pemberdayaan Masyarakat Papua Selatan (APMAS PASEL) menggelar seminar publik “Menyelamatkan Generasi Muda Papua dari Penyalahgunaan Napza (Aibon dan Fox) di Tanah Papua” pada Senin (2/12). Foto: Dok. APMA PASEL

Selain positioning terhadap korban, pembicara lain Thomson Silalahi menyampaikan perlunya dibentuk dan dikondisikan berbagai aktifitas pengalih, berupa sarana dan prasarana yang mampu mengalihkan perhatian pada ketergantungan tindakan ‘ngelem’ tersebut.

Pria Asal Samosir ini melanjutkan, sebagai lumbung Atlet Nasional, hendaknya hal ini disinergikan dengan berbagi pihak terkait selain juga berbagai fasilitas pemacu kreatifitas dan pembelajaran. Juga tidak kalah pentingnya keterlibatan keluarga dalam memantau dan memperhatikan jadwal anak-anak, agar lebih terkondisi dan terarah tidak terlibat dalam penyalahgunaan lem tersebut.

“Sebagai organisasi kader yang memiliki cabang di berbagai Kab/Kota di Tanah Papua, PMKRI mendukung baik upaya-upaya yang terbaik bagi pencegahan dan rehabilitasi korban,” tegas Thomson.

Sementara, dalam kesempatan terspisah saat dihubungi via telepon, Otopianus P Tebai mengharapkan perhatian yang lebih lagi dari Pemerintah Daerah, seluruh keluarga dan masyarakat agar bersinergi menangaani masalah tersebut.

Selain itu, anggota DPD RI Dapil Papua tersebut mengharapkan agar dikeluarkan regulasi khusus terhadap penanganan dan pemberantasan penyalahgunan NAPZA (khususnya lem, yang luput dari perhatian).

“Sangat diharapkan upaya yang telah dilakukan oleh APMAS PASEL ini didukung oleh semua lembaga dan pihak terkait agar generasi emas di Tanah Papua dalam 20 tahun mendatang benar-benar bermanfaat dan berkontribusi bagi Tanah Papua khususunya dan Indonesia pada umumnya,” ungkap Otopianus P Tebai dalam via telepon.

Lebih lanjut, Fransiska Gondro Mahuze (Aktifis PMKRI dan Pemuda Katolik) ini mengaharapkan Pemerintah Pusat memberikan perhatian pada 6 (enam) daerah khusus, yakni Jayapura, Merauke, Wamena, Mimika, Nabire dan Manokwari sebagai daerah khusus yang menjadi pintu masuk utama ke Kabupaten lainnya.

“Bila pintu masuk ini dapat diatasi, diharapkan persebarannya dapat diminimalisasi. Sebagai salah satu masalah mendasar, karena melibatkan anak di usia 8 – 17 tahun ini, perhatian  di Tanah Papua dalam konteks pencegahan merupakan cara simpatik, manusiawi dan penuh kasih yang bisa menjadi panduan dalam penanganan di wilayah Tanah Papua secara menyeluruh”  pungkasnya.(fri/jpnn)

Anak-anak aibon (label yang diberikan masyarakat pada penyalahguna salah satu merek lem), kian marak di wilayah Papua secara umum.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News