Ayo Dukung Bu Mega Polulerkan 'Salam Pancasila', Begini Caranya

Senin, 21 Juni 2021 – 17:08 WIB
Ayo Dukung Bu Mega Polulerkan 'Salam Pancasila', Begini Caranya - JPNN.com
Ilustrasi: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyatakan keinginannya untuk mempopulerkan 'salam Pancasila'.

Menurutnya, salam tersebut perlu dipopulerkan untuk mengingatkan rakyat Indonesia pentingnya makna nasionalisme dan persatuan bangsa dalam menjaga kemerdekaan.

Mega mengatakan hal itu saat meresmikan baileo atau rumah adat Maluku, monumen, dan jalan Ir Soekarno di Masohi, Maluku Tengah, secara virtual di Jakarta, Senin (21/6).

Megawati melakukan peresmian secara virtual dari kediamannya di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Intisari Pancasila, katanya, adalah kegotongroyongan dari warga bangsa Indonesia.

Dalam hal itulah dia ingin agar pekik 'Salam Pancasila' menjadi kebiasaan.

"Dulu saya pekikkan 'merdeka', orang menertawakan saya. Katanya, sudah merdeka, kenapa pekik-pekik merdeka. Itu sebenarnya saya lakukan untuk mengingatkan bahwa kita adalah bangsa merdeka. Jangan mau dijajah lagi," ucapnya.

Menurutnya, setelah salam merdeka ini, sebaiknya dilanjutkan dengan 'Salam Pancasila'.

"Kalau sekarang saya mau banyak menyebutkan Salam Pancasila. Saya hendak mempopulerkannya."

"Karena setelah merdeka, kita punya dasar negara Pancasila. Untuk mengingatkan kita kembali sebagai nasionalis yang cinta pada negara ini," kata Megawati.

Dia mengatakan Masohi adalah nama kota yang diberikan oleh Bung Karno yang berarti gotong royong, terinspirasi dari intisari Pancasila.

Putri sulung Bung Karno itu lalu bercerita dirinya ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Bertujuan agar Pancasila tidak hanya di mulut masyarakat Indonesia, namun ideologi itu benar-benar hidup di hati dan dilaksanakan.

Megawati menyatakan, gotong royong harus selalu diingat karena tak ada bangsa yang bisa membangun dirinya sendiri.

Dia mengaku sedih karena masih ada saja yang bertempur antarwarga bangsa sendiri, seperti di Timur Tengah.

Dia menceritakan pengalamannya saat menjadi Wakil Presiden RI.

Sumber ANTARA

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...