Bangun Sekolah Rusak di Garut, Yayasan Bakti Barito Gandeng Kitabisa dan Happy Hearts
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung sekolah baru yang dibangun dengan bahan bangunan yang tahan gempa.
Bahan bangunan menggunakan antara lain batu bata dari plastik daur ulang sebesar 9,4 ton yang juga akan mengurangi sekitar 22 ton emisi karbon.
Selain itu, Yayasan Bakti Barito juga memimpin kampanye aktivasi digital Kitabisa untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pembangunan kembali ini.
“Kampanye ini menunjukkan kekuatan dari upaya yang digerakkan oleh masyarakat," ujar Direktur Kitabisa.org. Edo Irfandi.
Dia melanjutkan, dengan melibatkan masyarakat Indonesia di seluruh negeri dan memanfaatkan platform Kitabisa, bertujuan membangun kembali sekolah-sekolah ini yang berdasarkan pada ketahanan dan keberlanjutan.
Fifi Pangestu menambahkan prioritas mereka untuk segera memulihkan lingkungan belajar yang aman bagi para siswa.
"Terinspirasi oleh visi pendiri kami, Prajogo Pangestu, kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masyarakat yang tangguh," tegasnya.
Sementara itu, CEO Happy Hearts Indonesia Sylvia Beiwinkler mengatakan pihaknya fokus memberikan dampak jangka panjang melalui inovasi dan keberlanjutan.
Yayasan Bakti Barito (YBB), Yayasan KitaBisa, dan Yayasan Happy Hearts berkolaborasi membangun sekolah rusak di Garut
- Alhamdulillah, Anak Disabilitas Punya Kesempatan Ikut LPDP
- Redea International Conference 2026, Wamen Stella Christie Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI
- Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Dilanjutkan Demi Pendidikan yang Lebih Baik
- Sah Dilantik, 13 DPD PERADI Profesional Sulsel Siap Jaga Integritas Officium Nobile
- Ina Liem Bongkar Celah Birokrasi Pendidikan di Balik Polemik Ijazah Gibran
- SDO GPI Hasilkan 15 Rekomendasi Strategis, dari Krisis Pendidikan Hingga Politik 2029
JPNN.com




