Banjir di Sumut dan Sumbar, Puluhan Orang Meninggal Dunia

Banjir di Sumut dan Sumbar, Puluhan Orang Meninggal Dunia
Orang meninggal. ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

jpnn.com, JAKARTA - Hujan deras yang melanda wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (11/10) dan Jumat (12/10) telah menyebabkan bencana banjir bandang dan longsor di beberapa tempat. Dampak yang ditimbulkan cukup besar.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasar data yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan Sumbar, banjir dan longsor menyebabkan 20 korban meninggal dunia, 15 orang hilang dan puluhan luka-luka di empat wilayah yaitu di Kabupaten Mandailing Natal, Kota Sibolga, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat.

Banjir dan longsor melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Sumut, yaitu Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal pada Jumat (12/10) pagi dan sore hari. Data sementara tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal.

Sebanyak 11 murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat (12/10) sore saat jam pelajaran sedang berlangsung. “Diperkirakan 10 orang hilang,” kata Sutopo, Sabtu (13/10).

Dia menyatakan kejadian berlangsung mendadak. Sungai Alek Saladi, tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur, serta meluap sehingga menerjang madrasah. “Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum bisa dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh,” katanya.

Sementara itu pada Sabtu (12/10) pagi ditemukan dua korban meninggal lagi akibat kendaraan masuk sungai dan hanyut. Korban meninggal adalah satu anggota Polri dari Polsek dan satu pegawai PT Bank Sumut. Dua orang berhasil diselamatkan dari kendaraan yang hanyut.

Dampak banjir bandang dan longsor di Mandailing Natal lain adalah 17 unit rumah roboh, lima unit rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis. Delapan titik longsor berada di Kecamat Batang Natal,” katanya.

Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban masih dilakukan. Kondisi medan berat karena desa-desa terdampak berada di pegunungan, pinggir hutan dan akses sulit dijangkau karena rusak. BPBD Mandailing Natal, BPBD Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, SAR Daerah, SKPD, PMI, dan relawan menangani darurat bencana.

Hujan deras yang melanda wilayah di Sumut dan Sumbar, Kamis (11/10) dan Jumat (12/10) telah menyebabkan bencana banjir bandang dan longsor di beberapa tempat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News