Banjir, Jalur Padang-Painan Terputus Empat Jam

Banjir, Jalur Padang-Painan Terputus Empat Jam
Banjir menyebabkan jalur Padang–Painan terputus sekitar empat jam. Foto: padeks/jpg

”Kondisi ini harus segera dicarikan solusinya. Biaya yang harus dikeluarkan warga cukup tinggi, sebab harus mengambil jalan memutar ke nagari tetangga,” ujarnya.

Pihaknya telah menyampaikan kerusakan jembatan pada camat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga bupati. ”Atas nama masyarakat nagari, kami mohon jembatan tersebut diperbaiki segera. Pelajar butuh perahu untuk menyeberang sungai guna mempersingkat jalan siswa ke sekolah. Sebab jalur alternatif cukup jauh,” ujarnya.

Dia berharap ke depannya, jembatan gantung itu bisa dibangun permanen. Sehingga jika sungai meluap tak melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Camat Koto XI Tarusan Gusdan Yuhelmi Susilo menuturkan, tak ada korban jiwa saat kejadian tersebut. Namun kerugian warga akibat kerusakan infrastruktur itu cukup besar.

Kepala Pelaksana BPBD Pessel Pri Nurdin menuturkan, data sementara beberapa kawasan yang terkena dampak banjir di antaranya Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, Bayang Utara, Batangkapas dan beberapa daerah lainnya.

Daerah yang tergenang itu adalah daerah yang memang menjadi langganan banjir. Karena kondisi daerahnya yang rendah dan saluran pembuangan air yang tidak lancar.

Potensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir masih menghantui sejumlah wilayah di Pessel, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan yang kondisi tanahnya labil. Apalagi, saat ini memasuki musim hujan.

Untuk mengatasi bencana alam, BPBD berkoordinasi dengan semua pihak untuk memantau potensi bencana yang mungkin terjadi saat hujan deras. Masyarakat pun diimbau untuk segera melaporkan ke BPBD, jika di wilayahnya ada tanda-tanda potensi bencana.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, Rabu (20/9) kemarin, menyebabkan jalur Padang–Painan terputus sekitar empat jam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News