JPNN.com

Banyak Pihak Baper soal Sarinah, Almisbat Anggap Rencana Menteri Erick Thohir Sudah Tepat

Senin, 11 Mei 2020 – 22:00 WIB
Banyak Pihak Baper soal Sarinah, Almisbat Anggap Rencana Menteri Erick Thohir Sudah Tepat - JPNN.com
Ketua Umum Almisbat Hendrik Dikson Sirait. Foto: dokumen pribadi for JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Hendrik Dikson Sirait menilai rencana Menteri BUMN Erick Thohir menjadikan Gedung Sarinah sebagai pusat perbelanjaan bagi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal atau Indonesian Friendly bukanlah hal mudah. Namun, Hendrik menyebut Erick telah melakukan langkah tepat meski banyak pihak yang menentangnya.

Menurut Hendrik, pusat perbelanjaan Sarinah telah menjadi bagian dari lintasan sejarah. Banyak pihak yang memiliki kenangan dan terbawa perasaan alias baper dengan pusat perbelanjaan lawas di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat itu.

“Kami maklum dengan atensi plus hiruk pikuk publik mengenai keputusan Menteri BUMN Erick Tohir terkait perubahan konsep bisnis Sarinah. Namun keputusan Menteri Erick untuk mengembalikan khitah Sarinah menjadi sangat lokal atau Indonesia Friendly jelas langkah yang diperlukan,” ujar Hendrik melalui layanan pesan, Senin (11/5).

Mantan aktivis mahasiswa itu menegaskan, keputusan Erick mencerminkan pemahaman yang baik akan jati diri bangsa, sekaligus menyambungkannya dengan komunitas global. Hendrik menganggap konsep Indonesia Friendly yang digagas Erick melalui Sarinah sejalan dengan kebutuhan bisnis UMKM.

“Selama ini pelaku bisnis UMKM memiliki cukup banyak kendala dalam menghadapi rezim perdagangan bebas. Tantangan bagi UMKM dipastikan akan lebih berat di masa mendatang," tuturnya.

Hendrik menambahkan, urgensi perubahan konsep bisnis Sarinah juga sejalan dengan data Kementerian Koperasi dan UKM RI. Menyitat data dari kementerian tersebut, Hendrik menyebut jumlah pelaku UMKM saat ini mencapai 59,2 juta di 5.400 unit usaha.

Dari jumlah unit itu usaha mikro menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja (89,2 persen), adapun usaha kecil menampung 5,7 juta pekerja (4,74 persen), sedangkan usaha menengah mencakup 3,73 juta orang (3,11 persen). “Artinya secara gabungan UMKM menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional,” ujar Hendrik.

Hendrik juga mengatakan, potensi UMKM yang luar biasa itu tentu memerlukan dukungan kebijakan yang kuat dan konsisten dari semua pihak termasuk pemerintah. Menurutnya, pelaku UMKM pun perlu habitat atau ruang yang memungkinkan mereka mampu berinteraksi dengan pelaku bisnis lokal maupun global.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara