Baru Sebulan Berdiri, Hancur Dihantam Roket

Baru Sebulan Berdiri, Hancur Dihantam Roket
TINGGAL KENANGAN: Abdillah Onim bersama putrinya, Marwiyah Filindo, di depan Graha Daqu. (Abdillah Onim for Jawa Pos/JPNN.com)

jpnn.com - Aksi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) membawa Abdillah Onim ke jalur Gaza. Dia memprakarsai berdirinya Graha Daqu. Sayang, rumah bagi penghafal Alquran itu kini luluh lantak karena perang.


Laporan: Gunawan Sutanto
====================
=


SENIN, 7 Juli 2014, pukul 14.00 waktu setempat suara menggelegar terdengar dari dalam Graha Daqu (Daarul Qur’an). Dentuman itu berasal dari roket berkekuatan 1 ton yang meluncur dari pesawat F-16 milik tentara Israel. Roket tersebut jatuh hanya sekitar 20 meter dari Graha Daqu yang juga menjadi kediaman keluarga Abdillah Onim.

”Kekuatan roket dan guncangan roket itu sangat dahsyat. Ketika itu saya sedang mengajak main putri saya di dalam rumah dan istri yang sedang hamil tujuh bulan sedang di teras,” cerita Onim kepada koran ini.

Onim bergegas mengecek lokasi jatuhnya roket. Dia sempat tak percaya melihat kerusakan yang timbul gara-gara hantaman senjata berat tersebut. ’’Roket itu menimbulkan bongkahan lubang seperti got dengan kedalaman 30 meter dan lebar 50 meter. Besar sekali,’’ katanya.

Graha Daqu ikut menjadi korban. Bangunan tersebut rusak. Pohon kurma, pagar, dan atap di lantai 3 bangunan hancur. Melihat kondisi itu, Onim bersama istri dan putrinya memutuskan untuk mengungsi. Apalagi, para tetangga lain yang anaknya setiap hari belajar di Graha Daqu juga meninggalkan rumah.

’’Kami seadanya keluar rumah dulu menjauh dari lokasi yang diroket. Saat mengungsi, istri saya sedang hamil ’’ ujarnya. Praktis hanya ponsel, kamera, dan baju yang melekat yang dibawa mengungsi keluarga Onim. Putri semata wayangnya, Marwiyah Filindo, yang berusia dua tahun hanya bisa menitikkan air mata meninggalkan mainannya. ’’Dia hanya meminta agar bisa membawa satu boneka kesayangannya,’’ ujar Onim.

Onim memang harus meninggalkan Graha Daqu. Selain keluarga muridnya sudah mengungsi, dia meyakini kawasan itu akan menjadi sasaran roket berikutnya. Benar saja, dua hari kemudian (9/7) tentara Israel kembali melontarkan roket tepat di Graha Daqu.

Aksi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) membawa Abdillah Onim ke jalur Gaza. Dia memprakarsai berdirinya Graha Daqu. Sayang,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News