Begini Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Begini Tata Cara Salat Gerhana Bulan
Gerhana Bulan. Ilustrasi Foto: Pixabay

Kemudian sujud kembali dan bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama dan diakhiri dengan salam.

Setelah melaksanakan salat sunah dua rakaat, imam kemudian menyampaikan khotbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristigfar, dan bersedekah.

”Gerhana bulan ini adalah fenomena alam yang jarang terjadi. Oleh karena itu, kami imbau seluruh umat muslim bisa mensyukuri Keagungan Allah SWT dengan menunaikan salat gerhana bulan, berzikir, dan bersedekah,” serunya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Slamet melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Syariah Rusdiyanto Zen mengatakan, kementerian agama telah mengirimkan press release kepada kantor Kemenag di masing-masing kabupaten/kota melalui Kanwil di setiap provinsi.

Isi dalam press release tersebut memberitahukan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh wilayah Indonesia, bahwa berdasar data astronomi pada hari Rabu, 31 Januari 2018 bertepatan dengan 14 Jumadil Ula 1439 Hijriah mulai pukul 18:48:27 WIB di Indonesia akan terjadi gerhana bulan total (GBT).

Hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati GBT. Puncak gerhana akan terjadi pada 20:29:49 WIB dan akhir GBT pukul 22:11:11 WIB.

”Kami sudah mengirimkan imbauan dari kementerian agama itu kepada masing-masing lembaga negeri dan swasta, ormas Islam, lembaga pendidikan madrasah untuk dapat melaksanakan salat gerhana bulan tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi dipastikan menggelar salat gerhana bulan pada Rabu malam (31/1). Pelaksanaannya selesai salat Isya. Salat gerhana dipimpin oleh Ustaz H Mustafa Iqbal SAg. (ddy/aif/c1)


Tata cara salat gerhana bulan diawali dengan niat di dalam hati, kemudian takbiratul ihram.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News