Belajar di Rumah, Ortu Murid Minta Diskon SPP dari Sekolah

Belajar di Rumah, Ortu Murid Minta Diskon SPP dari Sekolah
Siswa belajar di rumah secara daring. Ilustrasi Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebulan belajar di rumah membuat pengeluaran orang tua bertambah. Pasalnya, orang tua harus menyiapkan kuota internet bagi anak-anaknya. Orang tua juga harus jadi guru dan pengawas bagi anaknya.

Namun, betapa kagetnya mereka uang SPP tidak dipotong. Banyak sekolah swasta yang tetap memberlakukan SPP utuh. Meski ada juga sekolah yang memberikan diskon 10 persen.

"Anak saya dapat diskon 10 persen dari iuran SPP Rp 900 ribu," ungkap Dian yang anaknya sekolah swasta di Jakarta, Rabu (15/4).

Demikian juga Indri, putrinya mendapatkan diskon SPP 10 persen dari sekolahnya. Selama pandemi Covid-19, dia hanya membayar Rp 630 ribu per bulan.

"Alhamdulillah ada potongan 10 persen. Anak saya sekolah di SD Kabupaten Tangerang. Cuma ya itu belajarnya hanya dikasi tugas terus," kata Indri.

Berbeda dengan Hilmi. Sekolah anaknya tidak memberikan diskon SPP. Dia tetap membayar SPP full.

"Enggak ada potongan tetap full. Padahal gurunya cuma kasi tugas melulu, kami yang ajari. Untung ada tayangan Belajar dari Rumah di TVRI, jadi anak saya bisa ikuti biar enggak bosan juga," ujarnya.

Begitu juga sekolah swasta di Kota Tangerang Selatan. Ada sekolah beri diskon tetapi banyak yang tetap minta bayar SPP full.

Selama program belajar di rumah dijalankan, pengeluaran ortu siswa untuk beli kuota internet bertambah, mestinya ada diskon SPP.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News