Belasan Profesor Tolak Unas

Belasan Profesor Tolak Unas
Belasan Profesor Tolak Unas
"Jadi, keterkaitan itu harus dihapus. Tidak ada gunanya anak SD harus diambil melalui nilai unas," tegas anggota Komisi Ilmu Sosial Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia tersebut.

Akibatnya, nasib pendidikan siswa di daerah-daerah terpencil terancam jika hanya mengandalkan nilai unas. "Dia bisa dibohongi kalau belanja di pasar karena tidak bisa menghitung. Padahal, katanya, hasil unasnya bagus dan lulus. Jadi, ini hanya kebohongan-kebohongan," tuturnya.

Dia menegaskan, unas juga hanya menghasilkan tekanan-tekanan psikologis terhadap anak. Padahal, kata dia, bangsa ini membutuhkan anak yang berkarakter dan bermoral baik.

"Kami ingin punya anak yang berinovasi dengan berpikir. Tetapi, bagaimana mau berpikir kalau anak hanya disuruh menghafal dan menghafal?" ucapnya.

JAKARTA - Kemendikbud tampaknya harus mengevaluasi pelaksanaan ujian nasional (unas). Sebab, dari kajian 17 guru besar seluruh Indonesia yang tergabung

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News