JPNN.com

Berita Duka, Enggar Pangestu Meninggal Dunia

Senin, 01 Juni 2020 – 23:48 WIB Berita Duka, Enggar Pangestu Meninggal Dunia - JPNN.com
Ilustrasi - Pekerja PLN kesetrum. Foto: ANTARA/ Dok

jpnn.com, BANGGAI KEPULAUAN - Seorang karyawan Koperasi Mitra Abadi asal Luwuk, Kabupaten Banggai, Enggar Pangestu, ditemukan tewas tersetrum listrik bertegangan tinggi dari PLN, Senin malam. 

Kejadian yang sempat menghebohkan masyarakat Tataba Kecamatan Buko itu ditangani pihak kepolisian setempat. Oleh tim medis, pria kelahiran 27 September 1994 itu, dinyatakan meninggal dunia karena kehabisan darah.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan kejadian bermula saat aliran listrik PLN terputus (mati lampu) magrib kemarin.

Pemuda asal Jalan Tan Malaka, Luwuk, Kabupaten Banggai itu kemudian berupaya mengganti aliran listrik dari PLN Sub Ranting Buko ke aliran listrik dari generator setrum (genset) sebagai alternatif penerangan.

Apesnya, saat proses pengalihan itu, tiba-tiba saja aliran listrik PLN juga masuk hingga bertabrakan dengan listrik dari genset. Korban pun tak bisa mengelak dan terjebak dalam pertemuan listrik dengan arus tegangan tinggi.

Kedua saksi mata korban yakni; Tri Wahyu (23), rekan kerja korban dan Fahry Melu (27) tak bisa berbuat banyak. Saat terpental, warga langsung berupaya memberikan pertolongan dengan melarikan korban ke Puskesmas Tataba.

Sayang, saat diperiksa tim medis pada pukul 19.45 Wita, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Fahry, salah satu saksi mengungkapkan bahwa korban hendak menyalakan genset saat listrik PLN padam pada pukul 19.30 Wita. Naas, saat Ia hendak melakukan pergantian posisi panel, dirinya malah kesetrum dan tak tertolong.

Pihak kepolisian dan pemerintah setempat langsung berupaya menghubungi keluarga korban di Luwuk. Oleh keluarga, jasad korban diminta untuk dikirim ke Luwuk menggunakan Long Boat milik Apri, warga setempat.

Keberangkatan jasad korban dikawal langsung oleh Kepala Desa Tataba, Muhri Mapatta dan Bripda Yahdi Bidaa, anggota Kepolisian Sektor Buko bersama beberapa kerabat korban.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri