Bicara Kecurangan Pemilu, Sekjen Gelora Ungkap Fenomena Geser dan Gusur Suara

Bicara Kecurangan Pemilu, Sekjen Gelora Ungkap Fenomena Geser dan Gusur Suara
Sekjen Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik soroti ide menunda pemilu. Foto: dokumen jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Sekjen Partai Gelora Mahfuz Sidik menyebut parpolnya mencium indikasi kecurangan pada pemilu 2024 berupa gusur dan geser perolehan suara pileg selama rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Partai Gelora melalui pengurus di kabupaten atau kota dan juga saksi di PPK atau kecamatan mendapatkan laporan yang cukup masif mengenai terjadinya proses gusur dan geser suara dari C-Hasil di TPS/PPS menuju D-Hasil pleno di PPK," kata Mahfuz dalam keterangannya, Senin (26/2).

Alumnus Universitas Indonesia (UI) itu melanjutkan upaya gusur dan geser perolehan suara tingkat PPK terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Mahfuz menyebutkan umumnya penggusuran terjadi terhadap perolehan suara partai-partai kecil dan caleg mereka masing-masing. 

Namun, mantan Ketua Komisi I DPR RI itu mengaku belum bisa memastikan arah hilangnya suara caleg dari partai kecil.

"Berdasarkan laporan, kami temukan di lapangan ada partai-partai yang kemudian mengalami penambahan suara yang tidak sesuai dengan catatan atau data C-Hasilnya," ungkap Mahfuz.

Partai Gelora, kata dia, memberikan usulan kepada KPU tingkat kota atau kabupaten memberi ruang para saksi mengajukan catatan khusus saat pleno rekapitulasi suara.

"Diberi ruang kesempatan kepada saksi-saksi partai untuk mengajukan catatan-catatan khusus, menyampaikan komplain atas kasus-kasus penggusuran dan penggeseran suara yang cukup marak terjadi berbagai tempat," kata mantan pimpinan Pansus Bank Century itu.

Sekjen Partai Gelora Mahfuz Sidik menyebut parpolnya mencium indikasi kecurangan pada pemilu 2024 berupa gusur dan geser perolehan suara pileg.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News