BKSDA Jatim Bantah Ratusan Burung Sitaan Mati

BKSDA Jatim Bantah Ratusan Burung Sitaan Mati
Burung jalak tangkaran. Foto: Arief Budiman/Radar Solo

jpnn.com, SURABAYA - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur memastikan burung sitaan Kejati Jember yang dititipkan tidak mati karena kelaparan. 

Hal ini ditegaskan Kepala BBKSDA Nandang Prihadi menyusul pemberitaan bahwa ratusan burung langka hasil sitaan kejati yang disita sejak Oktober 2018 lalu mati kelaparan.

"Justru jumlah total populasi burung bertambah menjadi 408 ekor," ujar Nandang.

Nandang membenarkan memang ada burung yang mati. Jumlahnya ada 8 ekor karena umur burung dan stress.

"Untuk buruang yang mati yaitu burung kakaktua jambul kuning besar, kakaktua jambul kuning medium, kakaktua tanimbar dan nuri bayan," kata Nandang.

Dia memastikan BKSDA Jawa Timur selalu memerhatikan dengan cermat ketersediaan makanan.

"Di lokasi penagkaran, petugas juga selalu melakukan monitoring intensif untuk melakukan perawatan burung, selama belum ada keputusan Pengadilan Kajari Jember," tegasnya.(yos/jpnn)


Sebelumnya beredar kabar ratusan burung langka hasil sitaan kejati yang disita sejak Oktober 2018 lalu mati kelaparan.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News