BMKG Peringatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Halmahera

BMKG Peringatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Halmahera
Suasana di Pelabuhan penyeberangan speedboat Dufa-Dufa untuk rute Ternate-Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Foto : Abdul Fatah/Antara

jpnn.com, TERNATE - Badan Meteorologi, Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan.

Gelombang tinggi ini diperkirakan melanda perairan Pulau Halmahera maupun Pulau Morotai dan Kepulauan Sula.

"Gelombang laut saat ini mencapai 2 hingga 2,5 meter melanda Halmahera bagian utara, timur dan barat hingga ke perairan Pulau Morotai, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu serta Pulau Batang Dua, sehingga calon penumpang yang akan menggunakan kapal berukuran kecil untuk mengikuti arahan KSOP setempat, guna menghindari terjadinya kecelakaan laut," kata Prakirawan Cuaca BMKG Ternate, Fahmi Bachdar di Ternate, Sabtu.

Fachmi menyatakan, pihaknya telah mengimbau nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil melalui KSOP setempat untuk mewaspadai cuaca buruk sewaktu-waktu yang terjadi di perairan Pulau Halmahera.

 "Nelayan dan kapal cepat berukuran kecil harus mewaspadai tingginya gelombang, terutama di perairan Ternate, Pulau Halmahera dan Kepulauan Sula dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.

Tingginya gelombang tersebut diakibatkan oleh adanya angin kencang dari arah timur barat laut dengan kecepatan 20-40 km/jam dan jalur yang perlu diwaspadai terdapat pada lintasan Ternate-Batang Dua, dan Halut-Pulau Morotai serta Kepulauan Sula-Pulau Taliabu, karena rute ini pada saat terjadi cuaca ekstrem maka akan berpotensi terjadi gelombang tinggi.

Bahkan, sebagian besar gelombang laut di wilayah perairan Malut mencapai tiga meter, terutama di perairan Halmahera dan Kepulauan Sula yang sangat membahayakan bagi aktivitas kapal berukuran kecil di perairan itu.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Malut mengimbau semua pihak, khususnya pengguna dan penyedia jasa transportasi laut, agar mewaspadai cuaca ekstrem di musim pancaroba dalam sepekan terakhir.

Gelombang tinggi diakibatkan oleh adanya angin kencang dari arah timur barat laut.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News