Bocah 10 Tahun Terseret Arus Sungai Lalu Masuk Bekas Galian C, Innalilahi...

Bocah 10 Tahun Terseret Arus Sungai Lalu Masuk Bekas Galian C, Innalilahi...
Jasad korban tenggelam saat disemayamkan di rumah duka di Desa Bondar Sihudon, Kecamatan Andam Dewi, Tapteng. Foto: newtapanuli/jpg

Saat mandi di sungai, anak-anak itu baru sadar setelah beberapa saat ternyata anak ke-3 dari lima bersaudara pasangan Pinus Sihotang (38)-S boru Aritonang (37) ini sudah tak bersama mereka lagi.

“Tiba-tiba dia menghilang. Ayah korban yang mengetahui itu segera mencari anaknya, namun tak ketemu. Dia kemudian meminta tolong kepada warga untuk turut mencari anaknya,” ujar salah seorang warga.

Sekitar sekira satu setengah jam pencarian korban ditemukan tewas di dasar galian c pada kedalaman 4 meter.

Sontak ayah korban hiteris melihat anaknya yang sudah terbujur kaku diangkat dari dasar kolam bekas galian c itu dan langsung memeluknya seraya memanggil-manggil nama korban.

Namun tak ada respon dari korban dan warga menyarankan agar korban yang merupakan murid kelas 4 SD ini dibawa ke rumah untuk disemayamkan.

Tiba di rumah duka, ibu korban langsung histeris yang mengundang perhatian warga desa. S boru Aritonang terus memanggil nama anaknya. Sejumlah pelayat pun berusaha menenangkan ibu korban.(gp)


Bekas galian C di Desa Bondar Sihudon, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, menelan korban jiwa.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News