Bomber Maut Timnas Tajikistan Minta Nomor Punggung 63 di SFC

Bomber Maut Timnas Tajikistan Minta Nomor Punggung 63 di SFC
TAJAM: Manucher Jalilov dan Muhabbat Gulova. Foto: Wiko/Sumatera Ekspres

“Kalau di Timnas, saya pakai nomor 21. Untuk tim 63 punya arti tersendiri,” jelas Jalilov yang mengaku beragama muslim ini.

Sementara sang agen, dr Ratna Mustika mengungkapkan, pemainnya datang jauh-jauh ke Palembang dengan target menjadi top skorer.

Tentu persaingan lini depan akan sangat menearik. Mengingat pelatih Radmad Darmawan juga memiliki Alberto Goncalves striker Brasil yang sudah dua musim menjadi pencetak gol terbanyak Sriwijaya (15 dan 21 gol).

Hal tersebut mengisyaratkan angka kontrak yang fantastis, dan bisa saja jadi pemain yang termahal yang selama ini pernah dikontrak tim Laskar Wong Kito selama ikut kompetisi.

Ya, sebelumnya sempat beredar kabar jika pemain berparas tampan ini menyentuh angka Rp 4,3 M.

“Tentu ingin juara dan ingin jadi top skor. Saya sebagai agen tidak main-main datangkan pemain dan tentu Sriwijaya FC juga tidak asal sebut untuk targetkan juara,” ujarnya.

Hari ini, Jalilov akan dites fisik dan kesehatan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh manajemen bagi pemain asing.

“Sebelum bergabung akan di tes. Tentu meskipun terlihat baik dan belum lama ini bermain untuk AFC, regulasi itu harus diikuti. Kita harap sesuai dengan apa yang diharapkan,” tukas Sekretaris Tim, Ahmad Haris memungkasi. (aja/ion/ce1)

Bomber maut Timnas Tajikistan, Manucher Jalilov, rekrutan anyar Sriwijaya FC dipastikan tidak mengikuti latihan tadi sore.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News