Senin, 19 Agustus 2019 – 02:11 WIB

Boni Hargens: Gerakan Rizieq Cs Hanya Sandiwara

Jumat, 03 Mei 2019 – 00:01 WIB
Boni Hargens: Gerakan Rizieq Cs Hanya Sandiwara - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens merespons gerakan Rizieq CS yang menyarankan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi untuk mendesak KPU menghentikan Real Count pilpres 2019. Boni menilai gerakan tersebut merupakan upaya para pedagang politik untuk membuat kegaduhan.

“Saya kira negara meresponsnya secara proporsional saja, tidak usah terlalu menguras energi, karena gerakan Rizieq Cs ini hanya sandiwara untuk memuaskan pada bandar politik yang sudah banyak mengalami kerugian karena pemilu ini. Kalau dalam organisasi, ya semacam LPJ-lah atau Laporan Pertanggungjawaban,” kata Boni dalam keterangan persnya, Kamis (2/5).

BACA JUGA: Real Count KPU: Prabowo – Sandi Tertinggal 11,3 Juta Suara

Boni menegaskan KPU dan masyarakat tidak perlu berlebihan menanggapai gimmick yang dilakonkan Rizieq Cs. “Kita percaya pada TNI, Polri dan BIN bahwa mereka mampu menjamin keamanan dalam segala aspek. Kita tidak usah resah dan terganggu. KPU harus terus bekerja dengan aman tidak usah merasa terganggu dengan sandiwara para musafir politik yang tidak siap berdemokrasi,” ungkap pengamat politik dari Universitas Indonesia ini.

Yang dibutuhkan, menurut Boni, adalah dukungan masyarakat kepada apparat keamanan dan KPU agar mereka bisa bekerja sesuai amanat UU. Ketegasan Polri kita acungi jempol. Polri bersama TNI dan BIN sudah melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. Pemilu sudah berjalan aman.

BACA JUGA: Kemhan Siapkan Sarprasnas untuk Dukung Operasi Tempur di Udara

Boni mengingatkan masyarakat harus mendukung institusi keamanan karena saat ini hanya itu yang bisa kita berikan. Negara memang tidak boleh kalah dengan para vigilante yang hanya memburu jarahan dalam setiap musim pemilu.

“Dalam teori, biasanya para pemburu mencari yang namanya economic spoils and political spoil. Gerakan Rizieq cs ini ya seperti itu. Makanya tidak usah kita respons terlalu berlebihan karena hal itu menunjukkan peluang negara menjadi lemah dihadapan para vigilante,” katanya.(jpnn)
Simak Video Pilihan Redaksi :

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar