Bos Abu Tours Mantan Penjual Es Keliling, Sisa Aset Rp 2 M

Bos Abu Tours Mantan Penjual Es Keliling, Sisa Aset Rp 2 M
Hamzah Mamba, CEO Abu Tours. Foto: Idham AMA/Fajar/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Aset Abu Tours hanya tersisa Rp 2 miliar, dipastikan tidak cukup lagi untuk mengembalikan dana jemaah. Termasuk untuk memberangkatkan jemaah yang belum umrah.

Kuasa Hukum Abu Tours Hendro Saryanto dan Kanon Armiyanto mengungkapkan, total dana biro perjalanan umroh milik Hamzah Mamba itu hanya tersisa Rp 2 miliar.

Hendro mengungkapkan, aset Abu Tours dalam bentuk fisik seperti bangunan dan kendaraan hampir semuanya sudah dijaminkan ke bank atau pihak ketiga. Hasil dari penjaminan tersebut dipergunakan untuk membeli tiket dan pembayaran akomodasi seperti hotel.

”Kalau keuangannya, kemarin tinggal Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar di kas. Tidak ada lagi,” kata Hendro di Jakarta, Senin (9/4).

Kanon menambahkan, Abu Tours sudah tidak punya kemampuan lagi memberangkatkan jemaah umrah. Total jamaah Abu Tours yang belum berangkat bukan 86.720 orang, tapi 96.504 jamaah. Sedangkan total dana yang sudah disetor ke Abu Tours mencapai Rp 1,4 triliun. ”Bukan Rp 1,8 triliun,” ungkap dia.

Dia berharap pemerintah punya kebijakan untuk memperhatikan nasib jemaah yang belum berangkat. Apalagi setelah izin Abu Tours dicabut itu mereka pun kebingungan untuk memberangkatkan jemaah. Hendro menambahkan, memang ada manajemen keuangan yang kurang bagus.

Dia menyebutkan, latar belakang Hamzah Mamba yang dulu hanya penjual es keliling dan sempat menjadi loper koran mengelola keuangan dengan manajemen yang sederhana.

Bisnis Abu Tours mulai bermasalah pada 2014 karena banyak biro travel yang banting harga sehingga mereka pun ikut-ikutan menerapkan tarif promo. ”Karena regulator tidak ada pembatasan harga. Mau tidak mau, suka tidak suka dia harus mengikuti biaya tersebut,” ujar Hendro.

Aset Abu Tours tersisa tinggal Rp 2 miliar, dipastikan tidak cukup untuk mengembalikan dana nasabah yang menjadi korban.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News