Bos Persib Ungkap Dampak Liga 1 yang Tak Kunjung Bergulir

Bos Persib Ungkap Dampak Liga 1 yang Tak Kunjung Bergulir
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengawasi anak asuhnya latihan. Foto: persib.co.id

jpnn.com, BANDUNG - Direktur operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahyono berharap gelaran sepak bola bisa bergulir kembali sebelum Juni atau Agustus nanti.

Sementara, untuk kompetisi bisa disesuaikan dengan jadwal liga di Eropa.

Dua hal tersebut menurut Tedddy juga sudah disampaikan ke PT LIB selaku operator kompetisi untuk diteruskan ke PSSI.

Sebab, sejak Maret 2020 klub sudah terkatung-katung dalam ketidakjelasan nasib akibat pandemi Covid-19 dan kompetisi kesulitan mendapatkan izin dari kepolisian.

Persib menilai, kompetisi Indonesia harusnya bisa mengikuti kalender kompetisi Eropa yang biasa digelar pada Juni atau Agustus 2021.

Sebelum itu, pada awal-awal 2021 ini, hendaknya ada turnamen sebagai perantara menuju kompetisi.

"Untuk mengisi kekosongan pada Februari sampai Agustus 2021, apa nih yang mau kami isi. Karena, sepak bola harus tetap berjalan. Apakah kami isi yang kompetisi 2020 atau seperti apa, apapun itu kami sepakat asalkan sepak bola berjalan lagi," tuturnya.

Teddy menyebut, saat tak ada kompetisi dan turnamen pengisi menuju kompetisi, dampaknya akan sangat besar bagi klub.

Persib Bandung berharap sepak bola bisa bergulir lagi. Klub sudah merasakan nasib yang tak jelas sejak Maret 2020 lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News