Bupati Dituding Depositokan Uang Sertifikasi Guru
Untuk mengantisipasi agar fitnah tersebut tidak semakin luas, bupati langsung memerintahkan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung melalui bendaharanya untuk mengecek langsung data-data dan kepastian pencairan khusus di Kabupaten Bandung ke Jakarta.
Bupati menilai, Kabupaten Bandung ini kaya akan jumlah guru yang begitu banyak. Menurutnya, saat ini saja guru honorer bisa mencapai 12.000 orang belum lagi ditambah guru lainnya.
"Memang Kabupaten Bandung memiliki jumlah guru yang besar dibandingkan sekolahnya. Justru pembangunan sekolah kita lebih sedikit," katanya.
Terpisah, Aktivis Pendidikan Kabupaten Bandung, Edi Gaswanto mengaku dengan adanya pesan singkat melalui sms ke nomor pribadi bupati tersebut merupakan bukti kekecewaan para guru atas kinerja Dinas Pendidikan dalam mengelola keuangan yang lambat dalam mencairkan uang sertifikasi tersebut.
"Kalau saya berpendapat tidak mungkin jika bupati melakukan hal tersebut. Hanya saja, memang bukti kekecewaan guru tersebut dituangkan dengan langsung mengirim sms seperti itu," ujarnya.
Edi menambahkan, dengan adanya sms yang langsung ditujukan kepada Bupati Bandung, justru menjadi pelajaran agar pembenahan di lingkungan Pemkab Bandung terutamanya di Dinas Pendidikan yang harus melakukan langkah serta perbaikan ke arah yang lebih baik.
"Menurut saya, ini sebenarnya keterlambatan pencairan saja. Tinggal pengelolaannya saja yang harus benar agar tidak terlambat seperti ini," pungkasnya.
Untuk diketahui, uang sertifikasi tersebut harus cair pada Juni kemarin, namun hingga Agustus ini belum cair. (try)
SOREANG-Bupati Bandung Dadang M Naser dituding telah menyimpan uang sertifikasi guru dengan bentuk deposito di salah satu bank. Tudingan itu muncul
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Bea Cukai dan Perguruan Tinggi Bersinergi Tumbuhkan Literasi Kepabeanan Generasi Muda
- Inilah Data Daya Tampung Murid Baru pada SPMB 2026 Jakarta
- Puluhan Lulusan SCB Lanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
- Bank Mandiri Taspen Salurkan Bantuan Mesin Air Siap Minum ke SMA di Kediri
- Peserta PCMB tak Lolos SMA Negeri, Dedi Mulyadi Janjikan Biaya Pendidikan Gratis di Swasta
- Gubernur Luthfi Turun Langsung demi Pastikan Integritas SPMB SMA/SMK Negeri di Jateng
JPNN.com




