Bupati JR Saragih: Bukan Heli yang Kutangisi

Bupati JR Saragih: Bukan Heli yang Kutangisi
Helikopter jenis Bell 206 milik Bupati Simalungun, JR Saragih, jatuh di sampaing Rumah Sakit Efarina Etaham, Tanah Karo, Sumut, Senin (30/12) pagi. Foto : Nanang/POSMETRO KARO/JPNN

”Sekali lagi saya katakan, yang saya tangisi bukan heli tapi bagaimana keluarga korban. Kita memohon doa dan dukungan para pendeta, pastor dan seluruh para hadirin Natal agar saya dapat mengambil kebijakan yang tepat atas kejadian ini,” pintanya.

Masih kata JR, beberapa telepon dan SMS terus bermasukan ke ponselnya begitu mendapat informasi jatuhnya helikopter.

“Beberapa pejabat juga sempat menyangka saya turut dalam heli tersebut. Pilot ini pertama kali dipakai dari Mabes Polri. Karena memang pilot yang biasa bertugas, sedang cuti,” ujarnya.

JR Saragih menambahkan, dia menunggu perkembangan kondisi para korban yang masih dirawat. Setelah ada perkembangan, hari ini juga akan diterbangkan ke Singapura. (MS/sam/jpnn)

 


SIANTAR – “Bukan heli yang kutangisi, tapi nasib mereka yang meninggal”. Itu adalah kalimat dari mulut Bupati Simalungun, JR Saragih,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News