Cairan Berlebihan di Otak Dibuang Melalui Saluran Cerna

Cairan Berlebihan di Otak Dibuang Melalui Saluran Cerna
Dokter Lily Natalia (dua dari kanan) dan Prof Wang Hung Chen (kiri) mengebor manual untuk membuka batok kepala pasien. Foto: DWI WAHYUNINGSIH/JAWA POS

Alumnus FK Universitas Airlangga Surabaya itu dan tim baru bertemu dengan para pasien pada Rabu malam. Sebenarnya, para dokter bedah saraf tersebut akan menangani dua calon pasien. Namun, rupanya, pasien kedua harus dibatalkan karena hasil pemeriksaan awal belum lengkap.

”Ini tidak bisa dilakukan tindakan untuk saat ini. Kami belum tahu apa sebenarnya yang terjadi pada pasien ini,” jelas Lily.

Secara kasatmata, pada pasien yang masih balita tersebut terdapat benjolan di bagian belakang kepala. Meski demikian, untuk memastikannya, dibutuhkan pemeriksaan penunjang lain.

Sedangkan pasien yang kemarin dioperasi, Megawati Malaka, kondisinya sempat diragukan untuk menjalani pembedahan. Sebab, saat tim berkunjung, Mega terlihat lemah dan sedikit sulit diajak berkomunikasi. Apalagi, hasil MRI terakhir yang dimiliki diambil enam bulan lalu.

”Itu dulu sewaktu periksa di Makassar. Sebenarnya sudah ditawari untuk operasi saat itu juga,” ujar Rina Malaka, sang kakak.

Mega merasakan sakit di kepala sejak setahun terakhir. Baru ketika sakit tersebut mengganggu, ibu dua anak itu memeriksakan diri ke dokter.

Saat pertama memeriksakan diri, Mega didiagnosis kelebihan kolesterol. Obat-obatan penurun kolesterol pun dikonsumsi. Setelah sebulan, kondisinya sedikit membaik. Namun, gangguan justru berganti pada bagian mata.

Pandangannya menjadi ganda. Dia berobat ke dokter mata. Tak lama kemudian, Mega periksa ke dokter spesialis penyakit dalam karena sering mual dan muntah.

International College of Surgeons kembali menyambangi Kota Ambon, Provinsi Maluku. Kali ini mereka datang tidak hanya untuk melakukan operasi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News