Caleg Kerap Ngutang, Selalu Mencari Barang Termurah

Caleg Kerap Ngutang, Selalu Mencari Barang Termurah
Caleg Kerap Ngutang, Selalu Mencari Barang Termurah

Disebutnya, untuk harga jual Pin saja, dirinya biasa menjual Rp400 rupiah per buah dengan pesanan minimal 1.000 Pin. Harga ini sendiri apabila dibandingkan dengan pengusaha yang sudah menggunakan digital printing jauh lebih mahal.

”Caleg itu selalu nyari harga yang lebih murah. Kalaupun ke tempat Sablon seperti kami yang masih manual, mereka pasti meminta untuk dberikan kelonggaran membayar. Kadang kalau Calegnya tidak jujur, hutangnya tidak dibayar,” paparnya.
 
Dalam masa kampanye Pileg yang baru saja selesai, Tarmin mengaku hanya menerima orderan dari salah satu Caleg yang memesan kartu nama bergambar foto Caleg , lambing partai dan surat suara milik Caleg. Orderan ini pun diterimanya karena caleg yang bersangkutan bersedia membayar tunai.

”Lebih seneng nunggu pesanan dari Pemda atau sekolah maupun perusahaan. Jarang tidak bayar meskipun pembayaran dilakukan berjangka,” ujarnya.

Senada, Budi Setiawan, pemilik Sablon di kawasn Dasana Indah Kelurahan Bojong Nangka Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang mengaku tidak terlalu tergiur dengan pesanan Caleg untuk menyediakan kaos partai. Menurutnya, para Caleg yang berduit biasanya langsung memesan kaos sablon ke kawasan Bandung atau Jakarta. Alasannya sepengetahuan Budi karena harga di Bandung maupun Jakarta jauh lebih murah apabila memesan dengan partai besar.

Budi sendiri mengaku mematok harga untuk satu kaos partai dengan bahan katun Rp30 sampai Rp35 ribu. Harga disesuaikan dengan jumlah warna yang harus disablon di kaos. Termasuk disesuaikan dengan kualitas bahan yang diminta.  

”Saya juga lebih memilih Caleg yang langsung mau bayar. Pengalaman yang sudah-sudah kalau ternyata Calegnya kalah, tidak mau bayar. Malah saya pernah dimarahin sama Caleg yang kalah karena menagih utang Sablon,” tutupnya.(*)


HINGAR bingar Pemilu Legislatif, ternyata tidak serta merta membuat angin segar bagi pengusaha sablon.  Diantara mereka malah terpaksa mengerutkan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News