JPNN.com

Caleg Terpilih dari Ansor Janji Jaga NKRI, Cegah Radikalisme

Rabu, 31 Juli 2019 – 22:28 WIB Caleg Terpilih dari Ansor Janji Jaga NKRI, Cegah Radikalisme - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Para kader Gerakan Pemuda Ansor yang terpilih menjadi anggota DPR RI berkomitmen mempertahankan Pancasila, kebinekaan, toleransi, antiradikalisme serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu yang menyampaikan komitmen tersebut adalah Wakil Bendahara Umum GP Ansor, Luqman Hakim, yang terpilih sebagai salah satu anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dia mengatakan, semua kader Ansor, terlepas apapun partainya, selalu menjunjung tinggi semangat politik Islam ahlusshunah wal jamaah sebagaimana yang digariskan Nahdlatul Ulama (NU).

BACA JUGA : Gus Yaqut: Kiai Ma'ruf Minta Ansor dan Banser Jadi Benteng NKRI

Yaitu di dalamnya diajarkan harus merawat kebinekaan, menjaga toleransi dan mempertahankan NKRI.

“Di parlemen nanti, kami akan menjadi benteng dalam mempertahankan Pancasila, kebinekaan, antiradikalisme dan bentuk final NKRI,” ujarnya di Jakarta hari ini.

Penegasan Luqman didasarkan pada analisis pengamat yang memprediksi masih akan munculnya anasir Islam radikal di Asia Tenggara termasuk Indonesia pasca-kekalahan ISIS, serta dari sayap Islam radikal yang lain.

Gerakan dari kelompok tersebut akan mengancam kebinekaan dan NKRI.

“Ini harus terus kita waspadai,” tegas legislator terpilih dari Dapil Jateng VI yang mengalahkan incumbent anggota DPR RI PKB Abdul Kadir Karding ini.

BACA JUGA : Gus Yaqut Kaget Lihat Antusiasme Mahasiswa Al-Azhar Jadi Anggota GP Ansor Mesir

Sementara itu, menurut CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali, pemilu legislatif 2019 menghantarkan tujuh kader Ansor menduduki kursi DPR RI melalui berbagai partai politik, termasuk Ketua Umum PP GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas.

Masih banyak lagi kader yang menduduki kursi DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.

Banyaknya kader Ansor yang menang Pemilu, sebagian besar dengan suara signifikan mengalahkan incumbent, menurutnya karena Ansor memiliki basis massa hingga akar rumput.

“Mereka membumi, memiliki relasi bagus dengan kader Ansor yang sampai tingkat kampung. Jadi, kalau Abdul Kadir Karding dikalahkan Luqman, itu hal yang lumrah ha ha,” kata Hasanuddin.

Selain militansi dan jaringan, kekuatan kader Ansor, lanjutnya, juga tak lepas dari konsistensi Ansor dalam menjaga nilai keislaman moderat, menjaga kebinekaan serta memproklamirkan sebagai salah satu organisasi benteng NKRI.

“Ketika isu ancaman kebinekaan dan NKRI mengemuka seperti saat Pemilu kemarin, kader Ansor memetik simpati dan dukungan," tambahnya.

Hasanuddin memprediksikan, kader Ansor akan konsisten menjaga isu kebinekaan dan NKRI. Apa lagi, hingga beberapa tahun ke depan, diperkirakan isu yang mengusik keberagaman dan toleransi masih akan mengemuka di Indonesia.(flo/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...