Calon Panglima TNI belum Mengerucut Satu Nama, 3 Jenderal Masih Berpeluang Sama

Calon Panglima TNI belum Mengerucut Satu Nama, 3 Jenderal Masih Berpeluang Sama
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. Foto: arsip JPNN.COM/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin mengatakan sejauh ini calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto belum mengerucut ke satu nama tertentu. 

Menurut Hasanuddin, semua kepala staf di tiga matra TNI yakni AD, AU, dan AL masih memiliki peluang yang sama untuk menjadi orang nomor satu di dunia militer Indonesia itu. 

"Jadi, ketiganya memenuhi persyaratan. Tinggal nunggu nasib saja barang kali," kata legislator kelahiran Jawa Barat itu di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (23/9).

Hasanuddin menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI mensyaratkan bahwa calon Panglima TNI dapat dijabat secara oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan. 

Adapun tiga kepala staf sekarang ini masing-masing KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo, KSAD Jenderal Andika Perkasa, dan KSAL Laksamana Yudo Margono.

Namun, kata TB Hasanuddin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga kini belum menyampaikan surat ke parlemen tentang pergantian Panglima TNI.

Dirinya memprediksi surpres akan disampaikan ke DPR setelah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 15 Oktober 2021.

"Hemat saya, surat presiden itu bisa jadi setelah PON," kata mantan sekretaris militer kepresidenan itu.

Calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto masih belum mengerucut satu nama. Kepala staf angkatan di AD, AU, dan AL, masih memiliki peluang yang sama untuk menjabat sebagai Panglima TNI.