Calon Wakil Wali Kota Surabaya dari PDIP Lontarkan Kesalahan di Debat Kandidat

Calon Wakil Wali Kota Surabaya dari PDIP Lontarkan Kesalahan di Debat Kandidat
Debat Publik Pilkada Surabaya 2020 yang digelar KPU, Rabu (4/11/2020) malam. Foto: Antara/HO-Paksi-KPU Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji membuat kesalahan saat menyebut soal laboratorium gratis untuk pemeriksaan kesehatan maupun tes usap (swab test) menggunakan polymerase chain reaction (PCR) Covid-19.

Berbicara pada Debat Publik Pilkada 2020 di Surabaya, Rabu (4/10) malam, Armuji menyatakan bahwa hanya kotanyalah yang memiliki lab PCR gratis.

"Surabaya sudah beruntung, mendekati kuning. Surabaya satu-satunya daerah, kota dan kabupaten yang memiliki laboratorium swab yang gratis," kata Armuji saat debat tersebut.

Adapun yang dimaksud Armuji tersebut adalah Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Surabaya yang ada di Jalan Gayungsari Barat, Nomor 124, Kecamatan Gayungan.

Laboratorium ini baru diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 16 September lalu atau setengah tahun setelah kasus pertama Covid-19.

Faktanya, Kota Padang dan Bukittinggi di Sumatera Barat sudah memiliki laboratorium pemeriksaan gratis mendahului Surabaya. Padang sudah memiliki lab swab test gratis pada Juni 2020 atau tiga bulan setelah pandemi COVID-19 ditemukan di Indonesia. 

Dokter Andani Eka Putra yang memimpin lab pemeriksaan gratis di Padang pun diundang ke Surabaya. Ia mengajari Surabaya membentuk lab swab test PCR yang baik.

Sementara Labkesda di Gayungan sejak awal dioperasikan sudah menuai banyak keluhan masyarakat. Sebab, untuk memperoleh layanan pemeriksaan gratis itu sangat rumit, termasuk syarat soal bukti perjalanan dari luar kota. 

Calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji membuat kesalahan saat menyebut soal laboratorium gratis untuk pemeriksaan kesehatan maupun tes usap (swab test) menggunakan polymerase chain reaction (PCR) Covid-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News