Cara Allianz Indonesia Bantu Korban Banjir

Cara Allianz Indonesia Bantu Korban Banjir
Allianz Indonesia memberikan bantuan kepada korban banjir. Foto: Allianz Indonesia

Tim akan terus siaga hingga beberapa waktu ke depan. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan 2020 akan terjadi sekitar bulan Februari-Maret.

Berdasarkan prediksi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG dan dampak yang terjadi akhir-akhir ini, perlindungan terhadap aset berharga lewat asuransi tampaknya mulai perlu dipikirkan. 

Biasanya, jasa asuransi menyediakan layanan untuk melindungi barang-barang berharga seperti mobil dan properti rumah yang masuk dalam perlindungan.

Hendrawan juga mengimbau nasabah asuransi memeriksa lagi cakupan pertanggungan asuransi kendaraan bermotor maupun asuransi harta benda yang dimiliki. Sebab, tidak semua kerugian akibat banjir termasuk hal yang ditanggung.

"Pemegang polis harus memastikan bahwa polis yang dimiliki mencakup perluasan risiko banjir. Jika belum, dapat menghubungi AllianzCare 1500136 atau agen masing-masing untuk melengkapi perlindungan dengan perluasan manfaat untuk banjir,” ujar Hendrawan.

Di lain pihak, AAUI juga mendorong perusahaan asuransi segera menangani klaim bila sesuai. Tidak kalah penting untuk menyiagakan layanan siaga untuk penanganan polis.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyatakan, perluasan risiko banjir melekat pada klausula 4.3 untuk asuransi properti dan KBM12 untuk asuransi kendaraan bermotor.

Jika di polis ada perluasan cakupan itu, klaim dapat diajukan. Hingga kini, AAUI belum punya data resmi soal dampak banjir. (jos/jpnn)

Head of Claims Management Allianz Utama Indonesia Ignatius Hendrawan mengatakan, tim layanan AllianzCare siaga 24 jam saat banjir melanda DKI Jakarta dan beberapa daerah lain.


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News