Selasa, 23 April 2019 – 15:05 WIB

Cara PM Selandia Baru Merespons Teror Tuai Pujian

Senin, 25 Maret 2019 – 09:09 WIB
Cara PM Selandia Baru Merespons Teror Tuai Pujian - JPNN.COM

jpnn.com - Sebanyak 50 nyawa melayang dalam serangan terencana ke Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre pada Jumat pekan lalu (15/3). Teror tersebut membuat mata dunia tertuju ke Selandia Baru. Tetapi, cara Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern mengatasi masalah keamanan itu membuat masyarakat internasional mengacungkan jempol.

Hanya dalam waktu 72 jam Ardern mengubah regulasi senjata di negerinya. Senjata militer dan senapan serbu dilarang.

Perempuan 38 tahun tersebut mengutuk kekejaman yang merusak perdamaian Negeri Kiwi. Dia mengajak masyarakat tidak mengabulkan harapan sang teroris yang ingin tenar lewat aksi kejinya tersebut.

Karena itu, Ardern mengharamkan penyebutan nama lelaki yang mengabadikan kebrutalannya lewat media sosial (medsos) tersebut.

''Satu hal yang pasti, Anda tidak akan pernah mendengar namanya meluncur dari mulut saya,'' jelas ibu Neve Te Aroha Ardern Gayford itu sebagaimana dilansir BBC.

Para pakar kriminal mengapresiasi kebijakan itu. Profesor ilmu pidana pada University of Alabama Adam Lankford mengatakan bahwa tujuan para pelaku teror di seluruh dunia memang ketenaran.

Karena itu, mereka bangga saat menjadi sorotan. Sebab, itu berarti bakal ada pelaku baru pada masa mendatang. Setidaknya bakal lahir simpatisan. ''Saat Anda memberikan perhatian kepada pelaku sama besarnya dengan perhatian untuk Tom Cruise atau Kim Kardashian, jangan kaget bila kelompoknya malah bangga,'' ujar Lankford kepada USA Today.

Bukan hanya itu. Selandia Baru juga melarang keras penyebarluasan video teror 15 Maret lalu tersebut. Video Brenton Tarrant, si pelaku, juga langsung dihapus dari Facebook. Saat itu juga pemerintahan Ardern menetapkan video tersebut sebagai tayangan ilegal. Karena itu, selain yang menyebarluaskan, mereka yang menyimpan video tersebut bakal dikenai sanksi.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar