Sabtu, 15 Desember 2018 – 11:35 WIB

CIA Punya Rekaman MBS Memerintahkan Khashoggi Dibungkam

Jumat, 23 November 2018 – 11:45 WIB
CIA Punya Rekaman MBS Memerintahkan Khashoggi Dibungkam - JPNN.COM

jpnn.com, ISTANBUL - Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) adalah otak di balik pembunuhan Jamal Khashoggi. Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (AS) alias CIA punya buktinya. Kesimpulan itu dipaparkan Abdulkadir Selvi, kolumnis Hurriyet Daily, dalam bentuk tulisan, Kamis (22/11).

Selvi menyebut bukti yang dipunyai CIA soal pembunuhan di Konsulat Arab Saudi di Istanbul itu berupa rekaman. Tepatnya, rekaman perbincangan MBS dan adiknya, Pangeran Khaled bin Salman. Khaled adalah duta besar Saudi untuk AS.

"(Di rekaman itu) Dikatakan bahwa putra mahkota menginstruksikan pembungkaman Jamal Khashoggi secepatnya," terang Selvi. Fakta tersebut terekam dalam telepon yang disadap CIA.

MBS, konon, geram atas kritik terbuka yang Khashoggi sampaikan lewat tulisan-tulisannya di surat kabar. Saat masih berada di Saudi, MBS bisa menggunakan kekuatannya untuk merepresi pria 59 tahun itu. Tapi, pada 2017, Khashoggi hijrah ke Amerika Serikat (AS). Di negara itu, dia menjadi kolumnis Washington Post.

Tidak berada di Saudi justru membuat Khashoggi makin rajin mengkritisi MBS. Sang putra mahkota berang. Dia pun lantas memanggil pulang ayah Salah tersebut. Tapi, Khashoggi tak menggubris perintah-perintah itu.

Maka, saat Khashoggi ke Turki untuk mengurus rencana pernikahannya dengan Hatice Cengiz, MBS mengirimkan tim khusus dari Saudi. Tujuannya, menurut Riyadh, menjemput paksa Khashoggi.

Ada 15 orang dalam tim yang dikirim ke Istanbul pada 2 Oktober itu. Pada hari itu, Khashoggi tewas. Dia dibunuh dan kabarnya dimutilasi. Tapi, sampai sekarang, jenazah sepupu Dodi Al Fayed tersebut tidak pernah ditemukan.

Saat Direktur CIA Gina Haspel berkunjung ke Istanbul bulan lalu, intelijen Turki memperdengarkan rekaman suara terakhir Khashoggi. Itu membuktikan bahwa berita yang disebarluaskan media Turki soal pembunuhan keji tersebut bukan isapan jempol belaka. Turki benar-benar memiliki rekaman tersebut.

Sumber : Jawa Pos
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar