Corona Klaster PT PEMI Tebar Teror, Lihat Datanya, Waspada

Corona Klaster PT PEMI Tebar Teror, Lihat Datanya, Waspada
Ilustrasi tes virus corona. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, SERANG - Kasus positif Covid-19 di Kota Serang, Banten, bertambah menjadi 12 orang. Penambahan orang tanpa gejala (OTG) diduga kontak langsung dengan pasien positif dari klaster PT Eds Manufacturing Indonesia (PEMI) di Balajara, Kabupaten Tangerang.

Dilansir Radar Banten, sejauh ini klaster PT PEMI berjumlah tiga orang. Di antaranya, pasien nomor 09 atas nama SJ (39), warga Jalan Jiwantaka, Pekarungan, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang. Lalu, pasien nomor 10 atas nama LM (20), warga Kelurahan Curug, Kecamatan Curug. LM diduga penyebab J (68) terinfeksi Covid-19. Pasien nomor 12 atas diduga pernah kontak langsung dengan LM.

"Hasil swab 12 Mei dan baru keluar 1 Juni. Terkonfirmasi positif atas nama J (68) perempuan. Ini dari klaster PT P (PEMI-red) ponakannya (LM-red),” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas, kemarin.

Hingga kemarin pukul 15.00 WIB, data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang menyebutkan total kasus positif Covid-19 di Kota Serang berjumlah 12 pasien.

Empat pasien dirawat, tujuh pasien sembuh dan satu pasien meninggal dunia. Lalu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 346 orang. 17 orang masih proses pemantauan dan 329 orang dinyatakan sembuh. Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 40 pasien. 10 pasien dalam proses perawatan, 27 pasien sembuh dan tiga pasien meninggal dunia.

Hari menjelaskan, penemuan kasus positif itu berdasarkan tracking terhadap LM. 99 orang yang diduga kontak langsung dengan LM dilakukan rapid test. Hasilnya, tujuh orang yang dinyatakan reaktif, termasuk J. Kini, J tengah diisolasi di RSUD Banten.

“Iya hasil tracking. Ini sudah masuk kategori transmisi lokal. Di mana penyebaran terjadi di masyarakat lokal,” terangnya.

Diakui Hari, jumlah pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh cukup banyak. Tetapi, masyarakat tetap diminta waspada. “Walaupun jumlah yang sembuh lebih banyak. Tapi, kita harus tetap waspada,” katanya.

Hanya dalam beberapa hari kasus positif Corona di daerah ini terus bertambah. Diduga disebabkan dari klaster PT PEMI.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News