Covid-19 dan Kesetiakawanan Sosial

Oleh: MH. Said Abdullah (Ketua Badan Anggaran DPR RI dan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian)

Covid-19 dan Kesetiakawanan Sosial
Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH. Said Abdullah. Foto: Humas DPR RI

Saya juga mendorong agar Pemerintah segera mempercepat pencairan bantuan sosial yang kita miliki hari ini sebagai jaring pengaman atau kompensasi berupa bantuan langsung tunai (BLT) atau cash transfer kepada warga yang terdampak, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pekerja yang menerima penghasilan di bawah Uapah Minimum Provinsi (UMP) sangat rentan terdampak. Pasalnya, masyarakat kategori tersebut sebagian besar tidak memiliki tabungan dan pekerjaan tetap. Kebijakan ini untuk mengantisipasi kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, seperti: minyak, daging, gula dan barang kebutuhan pokok lainnya.

Saya juga mengimbau kepada masyarakat, bagi yang belum mendaftar BPJS bisa segera mendaftar dan memiliki kartu BPJS. Sebagai insentifnya, Pemerintah bisa memberikan insentif potongan beberapa bulan, khususnya  untuk kelas tiga. Dengan demikian masyarakat miskin atau rentan akan memiliki antisipasi jika terdapat gejala awal Covid-19, bisa langsung berobat ke Puskesmas terdekat, tidak lagi terkendala dengan masalah biaya pengobatan karna sudah ditanggung oleh BPJS.

Sedangkan bagi dunia usaha, juga saatnya untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Donasi yang paling dibutuhkan saat ini adalah alat pelindung, baik berupa masker, sarung tangan, dan baju anti virus (cover all). Saya berharap agar dunia usaha bisa membantu meringankan beban masyarakat dan petugas kesehatan, dengan menjualnya dengan harga wajar dan harga peduli.

Selain itu, mengalokasikan corporate social responsibility (CSR) untuk menolong lebih banyak masyarakat miskin dan rentan, sekaligus membantu pemerintah dalam memastikan kesiapan supply side.

Saya juga berharap kepedulian dan kesetiakawanan sosial ini juga dijalankan oleh masing-masing individu di masyarakat, tanpa lagi melihat, suku, ras dan agama yang dianutnya, pertimbangannya semata-mata hanya aspek kemanusiaan.

Banyak instrumen sosial keagamaan dan kemanusiaan yang bisa langsung dijalankan, seperti: zakat, infak, sedekah, kepada tetangga yang sangat memerlukan bantuan untuk bisa bertahan hidup.

Selain itu, bisa menidentifikasi warga yang masuk dalam kategori miskin dan rentan miskin, dilingkungan sekitar melalui RT dan RW, kemudian membelikan sembako terutama beras, dan kebutuhan mendesak saat ini berupa, masker, sabun dan handsanitizer, untuk pencegahan dini penyebaran Covid-19.

Sudah saatnya semua pihak meningkatkan kesetiakawanan sosial, bergandengan tangan mengatasi wabah virus corona atau Covid-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News