Kamis, 18 Oktober 2018 – 21:44 WIB

Tragedi Kapal Dumai Express 10

Data Tak Akurat Sulitkan Pencarian

Rabu, 25 November 2009 – 00:16 WIB
Data Tak Akurat Sulitkan Pencarian - JPNN.COM

Foto: Reuters

KARIMUN - Hingga hari ketiga, tim search and rescue (SAR) yang terdiri dari berbagai instansi seperti TNI AL, Bea Cukai, Polairud dan instansi swasta bersama dengan kapal nelayan terus melakukan pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Dumai Express (Dumex) 10 di Perairan Takong Hiu, Kabupaten Karimun.
  
"Pencarian masih kita lakukan, namun salah satu kendala utama adalah masalah tidak akuratnya data. Khususnya data jumlah penumpang. Ada dua kemungkinan, apakah memang masih ada lagi yang belum terselamatkan, baik masih hidup atau pun sudah meninggal belum bisa dipastikan," ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Edwin kepada Batam Pos (grup JPNN), Selasa (24/11).
  
Proses pencarian dan evakuasi, sambung Edwin, akan berakhir sampai dengan  Sabtu (28/11) mendatang. Kemarin, armada yang dikerahkan ke lokasi semakin bertambah. Jika sehari sebelumnya hanya 14 kapal dan dua kapal Patkamla serta satu heli. Saat ini jumlah armada yang melakukan pencarian menjadi 21 unit.

"Yakni, dari TNI AL menurunkan empat tambahan kapal berupa kapal perang. Diantaranya, KRI Klabang, Todak, Slamet Riyadi dan KRI Dipatiunus. Semuanya itu diminta membantu melakukan pencarian dan evakuasi di sekitar lokasi kejadian tenggelamnya Feri Dumex 10 dan juga lokasi lainnya," paparnya.
  
Ditambahkan Edwin, selain masalah akurasi data, kendala lain di lapangan juga karena kondisi laut di lokasi musibah Dumex 10 gelombang lautnya masih tinggi. "Mencapai 2,5 meter. Untuk itu, masing-masing armada juga diminta untuk berhati-hati ketika berada di lokasi tersebut," ujarnya.
  
"Sampai hari ini, ombak di sana cukup besar dan memang perlu berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," terang Edwin yang baru tiba dari lokasi pencarian menggunakan KRI Todak. (san/JPNN/ara)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar