Deflasi Tahunan Kembali Terjadi sejak Maret 2000, Daya Beli Masyarakat Aman?
Kemudian, sejumlah komoditas pangan dan tembakau juga masih mengalami inflasi secara tahunan, seperti cabai rawit, bawang putih, kangkung, bawang merah, ikan segar, minyak goreng, kopi bubuk, sigaret kretek tangan (SKT), dan sigaret kretek mesin (SKM), sehingga menyebabkan inflasi pada komponen harga bergejolak.
“Komponen harga bergejolak mengalami inflasi (tahunan) sebesar 0,56 persen (yoy) dengan andil (kontribusi terhadap nilai) inflasi (tahunan) hanya sebesar 0,10 persen,” tuturnya.
BPS juga menyampaikan pada Februari 2025 terjadi deflasi secara bulanan sebesar 0,48 persen month-to-month (mtm), dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 105,48 pada Februari 2025.
“Secara year-on-year (tahunan) juga terjadi deflasi sebesar 0,09 persen dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) mengalami deflasi sebesar 1,24 persen,” ujar Amalia.(antara/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan deflasi kali ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak deflasi tahunan terakhir pada Maret 2000.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Harga Cabai di Gorontalo Sempat Tembus Rp 170 Ribu Per Kilogram
- Begini Nasib BBM Subsidi Seusai Kenaikan Harga Minyak Dunia
- Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
- Rupiah Moncer 121 Poin, USD Berada di Level Rp 17.511
- Anaknya Masuk Desil 7, Purbaya Soroti Data BPS yang Meleset
- Bantah Isu Pemangkasan Subsidi Energi, Purbaya Beri Penjelasan Begini
JPNN.com




