Delapan Kali Dipenjara, Susah Mendapat Kepercayaan Warga

Delapan Kali Dipenjara, Susah Mendapat Kepercayaan Warga
ILMU DI ANTARA NISAN: Husin (kanan) bersama anak-anak membaca di TBM Makam Rangkah. Foto: Freddy Nico for Jawa Pos

 Sebab, perpustakaan tersebut memang buka 24 jam. ’’Siapa pun dan jam berapa pun. Jika ingin membaca buku, silakan. Saya nggak akan melarang,’’ ucap Husin. Sebab, perpustakaan tersebut didirikan memang untuk warga sekitar, tidak terbatas usia.

Mau baca siang, boleh. Malam sembari menikmati malam di kuburan, juga tidak dilarang. ’’Asalkan, habis membaca dikembalikan ke tempatnya saja,’’ kata Husin.

Banyak yang tidak tahu bahwa mantan napi itu sudah punya beberapa penghargaan. Misalnya, penghargaan dari Save Our Street Child Surabaya dan Surabaya Sampoerna Foundation Scholarship. Itu semua diperoleh Husin lantaran kiprahnya membangun perpustakaan di tengah makam tersebut.

Kini Husin berharap semakin banyak orang yang peduli terhadap perpustakaan itu. Sebab, buku adalah aset ilmu yang berguna bagi masa depan. Ia masih bisa mengunjungi anak-anak di kemudian hari melalui lembar-lembar isinya. (Indiani Kusuma Wardhani/c5/dos)


DULU makam Rangkah dikenal punya citra yang sangat jelek. Selain menjadi areal seks bebas, berbagai tindak kriminal kerap terjadi di daerah itu.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News