Demo Ade Armando

Oleh: Dahlan Iskan

Demo Ade Armando
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - IA pendukung gigih Presiden Jokowi, tetapi juga tidak mau Jokowi tiga periode. Ia mendukung aspirasi mahasiswa yang menolak keinginan tiga periode itu.

Ia Islam, tetapi begitu banyak mengkritik Islam. Sampai dibenci banyak kalangan Islam.

Ia aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), tetapi juga tidak setuju usulan pendeta yang minta menteri agama menghapus 300 ayat Quran yang dianggap anti-toleransi.

Baca Juga:

Ia orang Minang, tetapi tidak mau ikut prinsip tungku tigo sajarangan. Tiga tungku untuk satu masakan itu ialah: ninik mamak, alim ulama, dan cendekiawan. Tiga-tiganya harus seimbang: agar hidup bisa rukun dan damai.

"Ade Armando itu orang yang mengatakan begitu saja apa yang ada di pikirannya," ujar seorang pengamat menilainya. "Untuk menjaga toleransi kadang orang harus tidak mengatakan semua yang ada di pikirannya, tetapi Ade tidak begitu," tambahnya.

Itulah sebabnya Ade menjadi sosok yang sangat kontroversial. Ia tidak takut menjadi sosok yang dibenci, bahkan tak takut ancaman. Pun setelah dikeroyok, digebuki, diinjak-injak, dan dilucuti pakaiannya hingga tinggal celana dalam, ia masih tidak akan mundur.

Baca Juga:

Akibat berada di tengah-tengah demo besar anti tiga periode di Jakarta Senin kemarin, wajah Ade bonyok. Kulitnya ada yang sobek. Ia harus dilarikan ke rumah sakit.

Keberadaan Ade di tengah massa itu tersiar cepat di kalangan pedemo. Lengkap di mana posisi Ade saat itu.

Ade Armando kini menjadi pusat pemberitaan. Kasusnya menenggelamkan isu utama yang diperjuangkan mahasiswa: anti tiga periode dan turunkan harga-harga.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News