Minggu, 21 Oktober 2018 – 16:07 WIB

Detik-detik Ibrahim Siksa Ainun Hingga Meninggal, Sadis!

Rabu, 08 Agustus 2018 – 05:46 WIB
Detik-detik Ibrahim Siksa Ainun Hingga Meninggal, Sadis! - JPNN.COM

jpnn.com, PONTIANAK - Ainun Maya, bocah berusia empat tahun, meninggal dunia setelah dianiaya ayah angkatnya, Ibrahim Taufik. Pemicunya sepele. Hanya karena korban ketahuan pura-pura tidur.

Sebelum meninggal dunia, korban sempat diberi pertolongan medis di beberapa rumah sakit akibat siksaan itu. Namun, takdir berkata lain. Bocah perempuan yang pada 8 Agustus ini genap berusia empat tahun itu tak dapat diselamatkan.

Kini, hanya penyesalan yang bisa dirasakan Taufik. Pria usia 30 tahun yang tinggal di kawasan Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya itu pun, harus mendekam di balik jeruji besi, Polresta Pontianak, Kalbar.

“Hasil pemeriksaan, penganiayaan terhadap anak angkat pelaku ini terjadi pada Kamis 2 Agustus kemarin. Sedangkan korban meninggal Minggu pagi,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Husni menerangkan, kejadian bermula sekira pukul 10.10 Wib, Kamis itu, Taufik baru bangun dari tidurnya. Ia kemudian keluar rumah untuk memasukkan burung peliharaannya ke dalam rumahnya yang terletak di Jalan Sungai Durian Laut itu.

“Setelah itu tersangka kembali ke kamar dan melihat korban berpura-pura tidur dengan matanya berkedip-kedip. Tersangka kemudian menyuruh korban untuk bangun,” jelas Husni.

Korban yang dipaksa bangun kemudian segera duduk. Sementara Taufik dalam posisi sambil bertanya kepada korban. “Tersangka ini bertanya ke korban. ‘Kenapa membohongi Ayah?’. Korban tidak menjawab sehingga menyulut emosi tersangka,” tuturnya.

Taufik yang emosi kemudian memarahi korban. Ia langsung memukul wajah korban dengan bantal guling yang ada di dekatnya. Pukulan itu telak mengenai wajah sebelah kanan korban. “Karena sedang duduk di lantai dan akibat pukulan itu, korban jatuh hingga kepalanya membentur lantai,” beber Husni.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar