Diaspora Aktivis dan Tantangan Partai Islam

Diaspora Aktivis dan Tantangan Partai Islam
Abdul Rabbi Syahrir. Foto: dokumentasi pribadi

Sementara partai-partai lain mendapatkan suara di bawah 1 persen. Partai-partai baru juga masih di posisi paling bawah. Sebagai catatan, masih ada 21,7 persen responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab.

Untuk diketahui, survei SMRC diadakan pada 5-13 Agustus 2022 dengan 1.220 responden secara random (multistage random sampling). Responden diwawancarai secara tatap muka dengan response rate sebesar 1.053 atau 86 persen. Toleransi kesalahan (margin of error) survei sekitar 3,1 persen pada tingkat kepercayaan survei 95 persen.

Untuk parpol berbasis Islam, hanya PKB dan PKS yang masuk dalam kategori tujuh besar. Kalau PKB itu tergolong partai berbasis muslim (tradisionalis), maka PKS merepresentasikan partai berasas Islam, terutama kalangan Jemaah Tarbiyah.

Posisi paling puncak masih didominasi oleh partai nasionalis, terutama PDIP dan Gerindra. Dalam sejumlah survei persepsi, elektabilitas parpol nasionalis yang memuncak belum mampu digeser oleh partai Islam.

Wacana koalisi dan poros Partai Islam yang digaungkan dari masa ke masa selalu menemui hambatan, dikarenakan soal egoisme masing-masing elite. “Poros Tengah jilid II” senantiasa terhambat, bisa jadi situasi politik sudah berubah.

Peringkat elektabilitas PKB nomor urut ketiga menurut SMRC, bisa dikatakan berhubungan dengan eksistensi NU, di mana kader-kadernya cenderung menyalurkan aspirasi politik ke partai besutan Muhaimin Iskandar itu. Dalam gaya politik PKS, oposisi terhadap pemerintah Jokowi saat ini membawa dampak elektoral yang bagus bagi partai kader itu.

Maka, kehadiran Partai Gelora yang digawangi sejumlah eks kader PKS, tidak begitu mengganggu basis suara PKS. PAN tampaknya mengalami penurunan elektabilitas karena perselisihan antara Amien Rais dan Zulkifli Hasan.

PPP lebih tragis lagi, di mana sekarang terjadi konflik internal, semenjak Suharso Monoarfa diberhentikan sebagai ketua umum, dan juga tren elektabilitasnya makin meredup.

Terjadi diaspora aktivis ke berbagai saluran partai politik. Pertarungan menuju Pemilu 2024 mulai panas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News