Diduga Ada Masalah Teknis, Batik Air Ditumpangi Kepala BNPB Mendarat Darurat

Diduga Ada Masalah Teknis, Batik Air Ditumpangi Kepala BNPB Mendarat Darurat
Batik Air ditumpangi Kepala BNPB mendarat darurat. Ilustrasi foto : ANTARA/HO

jpnn.com, MEDAN - Pesawat udara Batik Air seri Airbus A-330 telah melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pesawat yang mengangkut ratusan penumpang itu bertolak dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh Besar tujuan Jakarta, pada Minggu siang sekira pukul 11.45 WIB.

Informasi yang diterima wartawan ANTARA Biro Aceh, Teuku Dedi Iskandar yang ikut dalam penerbangan ini, pesawat dengan registrasi PK-LEL tersebut diduga mengalami gangguan teknis di dalam mesin.

"Kami sempat khawatir dengan kejadian ini, semoga kami dapat melanjutkan penerbangan dengan selamat sampai ke tujuan," kata Hayatullah Fajri, seorang penumpang asal Meulaboh, Aceh Barat, Ahad.

Dia mengatakan pesawat Batik Air tersebut berangkat dari Aceh menuju ke Jakarta sekitar pukul 10.55 WIB siang, dari jadwal penerbangan semula pada pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, Irfan seorang penumpang lainnya mengatakan mereka terkejut ketika pilot memutuskan pesawat yang ditumpangi tersebut akan mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sesuai tujuan penerbangan di dalam tiket, kata dia, pesawat tersebut memiliki jadwal penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

Dalam pesawat tersebut juga turut ditumpangi oleh Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Ganip Warsito beserta rombongan, termasuk Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS.

Pesawat udara Batik Air ditumpangi Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Ganip Warsito telah melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.