Dikhianati Pendukung, PM Timor Leste Mengundurkan Diri

Dikhianati Pendukung, PM Timor Leste Mengundurkan Diri
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Timor-Leste Taur Matan Ruak (tengah) didampingi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Timor-Leste Sahat Sitorus (kiri). Foto: ANTARA

jpnn.com, DILI - Seperti Malaysia, koalisi pemerintahan di Timor Leste juga bubar kemarin. Akibatnya, Perdana Menteri Taur Matan Ruak terpaksa mengundurkan diri.

"Saya telah mengirimkan surat (pengunduran diri) ke presiden," kata Ruak ke awak media setelah dia bertemu dengan Presiden Francisco Guterres, Selasa (25/2).

PM Ruak mengatakan dia masih akan menjabat sampai surat pengunduran dirinya disetujui oleh presiden. "Kewajiban itu saya tunaikan demi menjamin pemerintahan tetap berjalan di negara ini," ujar dia.

Ruak, atau yang turut dikenal dengan Jose Maria de Vasconcelos, sempat menjabat sebagai presiden Timor Leste ke-3 untuk periode 2012-2017. Satu tahun setelahnya, ia terpilih sebagai perdana menteri ke-7 di bawah kepemimpinan Presiden Francisco "Lu Olo" Guterres pada 2018.

Saat mencalonkan diri sebagai perdana menteri, Ruak tergabung dalam koalisi Aliansi Perubahan untuk Kemajuan (AMP) yang menguasai lebih dari setengah suara legislatif di parlemen. Koalisi itu, di antaranya terdiri dari Partai Komunis Nasional untuk Rekonstruksi Timor (CNRT) dan Partai Pembebasan Rakyat (PLP).

Akan tetapi, hubungan antarpartai dalam koalisi mulai berjalan timpang, khususnya setelah rancangan anggaran negara yang diusulkan PM Ruak ditolak oleh parlemen. Dalam sesi pengambilan keputusan, CNRT yang diharapkan mendukung Ruak, justru memilih abstain. Setelah kejadian itu, PM Ruak pada 21 Januari menyebut koalisi AMP telah bubar. (ant/dil/jpnn)

Seperti Malaysia, koalisi pemerintahan di Timor Leste juga bubar kemarin. Akibatnya, Perdana Menteri Taur Matan Ruak terpaksa mengundurkan diri.


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News