Dilema Pengusaha Pada Rupiah dan Harga Pangan

Dilema Pengusaha Pada Rupiah dan Harga Pangan
Ilustrasi uang rupiah. Foto: Ricardo/JPNN.com

Di samping itu, untuk menjaga nilai tukar rupiah, pemerintah perlu menjaga inflasi tetap rendah dengan berbagai bauran kebijakan dan koordinasi lintas bidang.

"Pemerintah daerah harus berperan aktif menjaga pasokan dan harga pangan karena volatile food merupakan komponen paling besar inflasi, terutama saat Ramadan dan Lebaran," beber Bhima.

BI juga bisa memperkuat early warning system di tiap daerah. Daerah yang kekurangan pasokan pangan bisa langsung berkoordinasi dengan daerah lain yang kelebihan pasokan.

BI punya fungsi mendorong pertumbuhan ekonomi. Tidak sekadar bermain aman dengan utak-atik instrumen moneter agar stabilitas keuangan terjaga, tapi juga harus progrowth policy.

"Sebagai contoh, BI perlu merelaksasi loan to value agar DP kredit rumah dan kendaraan bermotor bisa lebih murah lagi.Ujungnya, pertumbuhan kredit naik, industri naik, dan perekonomian bisa tumbuh di atas 5,1 persen," pungkasnya. (agf/c11/oki/jpnn)


Saat ini para pengusaha sudah siap memangkas produksi untuk bisa menahan harga.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News