Diskusi Rakernas IV PDIP: Diversifikasi Pangan Bisa Menciptakan Lapangan Usaha Baru di Desa

Diskusi Rakernas IV PDIP: Diversifikasi Pangan Bisa Menciptakan Lapangan Usaha Baru di Desa
Diskusi di sela-sela Rakernas IV PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/10), menekankan pentingnya melakukan diversifikasi pangan khususnya berbasis kearifan lokal. Foto: Dokumen DPP PDIP.

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Batara Siagian mengapresiasi langkah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang peduli akan ketahanan pangan. Terlebih lagi, PDIP  fokus melakukan diversifikasi pangan.

“Indonesia ini (negara) nomor tiga yang memiliki keragaman hayati paling banyak. Misalnya, ubi jalar kita itu banyak jenis. Kemudian, talas itu juga banyak jenis. Karena itu, harus kita perkuat dengan platform yang luas dan anggaran yang lebih sehingga bisa hadir dengan produk jadi,” katanya.

Batara menyampaikan itu saat diskusi di sela-sela Rapat Kerja Nasional IV PDIP pada hari ketiga, Minggu (1/10) di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Diskusi menekankan pentingnya melakukan diversifikasi pangan khususnya berbasis kearifan lokal.

Batara menambahkan bahwa pangan tidak hanya bisa dari satu sumber saja, yakni beras. Dia mengatakan desa harus didorong untuk mempunyai nilai tambah lokal.

"Jadi, di desa bukan lagi hanya memproduksi bahan mentahnya," ungkapnya.

Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Sedang dan Rendah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Emma Setyawati menuturkan pentingnya melakukan diversifikasi pangan dengan menjaga kualitas mutunya.

“Pangan itu harus aman dahulu, kemudian harus begizi. Perlu ada nilai tambah dengan mengedepankan prinsip keamananannya terjaga, punya gizi, dan bermutu,” katanya dalam diskusi itu.

Oleh karena itu, Emma mendukung program diversifikasi pangan, bahkan melakukan hilirisasi untuk menambahkan nilai tambah bagi porang dan sorgum sejak tahun lalu. “Ini contohnya ada cookies dari sorgum plus moringa yang kaya akan mineral, zat besi, punya serat tinggi dan kalorinya rendah,” ungkapnya.

Diversifikasi pangan diyakini bisa menciptakan lapangan usaha baru di desa. Sudah waktunya untuk tidak lagi bergantung pada beras.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News