Djanur Angkat Bicara soal Pemecatannya, Begini Penjelasannya

Djanur Angkat Bicara soal Pemecatannya, Begini Penjelasannya
Doddy Taher (paling kanan), Djanur, Julis Raja bersama pemain dan Legenda Chelsea, di Medan beberapa waktu lalu. Foto: nin/pojoksatu

“Aneh kan. Dan, saat saya ngomong soal sosok pengganti pelatih fisik, usulan saya enggak direspon. Lalu datang Pak Nimrot (Manalu, pelatih fisik sekarang). Bukan enggak setuju dengan kedatangan Pak Nimrot, tapi caranya manajemen itu,” bebernya.

Dia menyebutkan semua keputusan-keputusan aneh itu memang dibuat untuk membuatnya tak nyaman lagi berada di Medan.

“Jadi skenario dibuat agar saya dibuat tidak nyaman. Saya tidak mengundurkan diri, akhirnya mereka juga yang memecat. Ini skenario sejak lama sudah saya tahu. Hubungan saya dengan manajemen sudah tidak baik sejak kapan-kapan,” ungkapnya.

Lalu mengapa Djanur begitu lama mau berada di PSMS meski tak memiliki hubungan yang harmonis dengan petinggi klub?

”Saya punya kontrak dan harus menghargai itu. Saya harus konsisten. Kalau mundur tidak gentle. Karena pun kalau didukung tim ini sebetulnya kami bisa berbuat banyak. Saya punya keyakinan masih bisa terhindar dari zona degradasi.”

“Tapi apa boleh buat. Kalau rencana saya di putaran kedua mulu, ada satu kekompakan, tim bisa berbuat banyak. Karena bagaimanapun tidak ada kekompakan pelatih dan manajemen susah dong,” ungkapnya.

Pun demikian, Djanur tak ingin menyesali semuanya, termasuk menerima tawaran ke PSMS. “Ya namanya dunia pelatih, ya seperti ini (resiko dipecat). Masa mau menangis. Enggaklah. Saya bersyukur telah mengangkat PSMS dari Liga 2 ke Liga 1. Itu satu perjalanan hidup saya yang mengesankan. Tidak pernah saya sesali. Saya sudah berbuat untuk masyarakat Medan, alhamdulillah,” ungkapnya.

Dia pun berharap manajemen sekarang bisa bergerak cepat untuk membenahi tim. “Selamatkan jangan sampai degradasi, karena sudah dinaikan ke Liga 1. Jangan dipertahankan, jangan hanya numpang lewat, dan saya yakin masih bisa asal bergerak cepat dengan kerja yang nyata,” bebernya.

Pelatih Djadjang Nurdjaman akhirnya angkat suara terkait pemecatannya dari kursi pelatih kepala PSMS Medan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News