JPNN.com

DKP3 Ungkap Penyebab Kematian Puluhan Ton Ikan di Sungai Martapura

Selasa, 08 Oktober 2019 – 21:51 WIB DKP3 Ungkap Penyebab Kematian Puluhan Ton Ikan di Sungai Martapura - JPNN.com
Ikan-ikan mati di tambak di Sungai Martapura Banua Anyar, Banjarmasin, Kalsel. FOTO: ANTARA/Sukarl

jpnn.com, BANJARMASIN - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin telah menemukan penyebab kematian puluhan ton ikan tambak di Sungai Martapura, Kalimantan Selatan, dalam pekan ini.

Mereka menyebut kematian besar ikan bawal tambak itu karena diakibatkan kandungan oksigen di sungai Martapura sangat rendah.

KasiProduksi Perikanan, DKP3 Kota Banjarmasin Sulaiman di Banjarmasin, Selasa, menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan atas terjadinya kematian ikan tambak di daerah Banua Anyar di sungai Martapura.

Bahkan, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap air sungai hingga terjadinya demikian.

"Setelah kami cek PH-nya (Hidrogen) normal. Tapi DO sangat kurang, hanya dua. Sehingga ikan kehabisan oksigen. Kalau normal harusnya paling tidak DO-nya sepuluh. Kondisi ini diperparah dengan tingkat kepadatan ikan dalam keramba," ujarnya.

Sulaiman mengatakan petani mengisi keramba yang rata-rata berukuran 2x3 meter dengan 4.000 ekor ikan.

"Kalau kondisi air normal seperti biasa tidak masalah sebenarnya. Tapi kalau situasi seperti ini hendaknya bisa dikurangi. Paling tidak dua ribu saja," jelasnya.

Meski demikian, ucap Sulaiman, pihaknya memaklumi bawah dilihat dari teori tentu tidak menguntungkan bagi petani tambak.

"Tapi yang perlu diingat saat kemarau jangan dipaksakan," ujanya.

Selainnya itu, dia menyatakan, pemberian pakan dari limbah ternak seperti usus ayam tidak baik juga dilakukan kondisi saat ini, karena pencernaan ikan kurang baik saat kemarau ini, didukung tidak optimal oksigen dalam air.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...