Kamis, 22 November 2018 – 18:12 WIB

Dokter-Pengusaha, Pasangan ''Beda'' Kota Kediri yang Hari Ini Dilantik

Kamis, 02 April 2009 – 06:18 WIB
Dokter-Pengusaha, Pasangan ''Beda'' Kota Kediri yang Hari Ini Dilantik - JPNN.COM

Pasangan kepala daerah di Kota Kediri ini tergolong berbeda. Sang wali kota dokter spesialis, sedangkan wakilnya pengusaha yang baru berumur 29 tahun dan masih lajang. Hari ini mereka dilantik.

RULLY PRASETYO, Kediri

---

Siang kemarin rumah di Jl Sriwijaya, Kota Kediri, itu dipenuhi para tamu. Mereka tak hanya datang dari Kota Kediri. Beberapa di antaranya dari luar Kediri. Bahkan, ada pula yang dari Jakarta.

Sang tuan rumah, dr Samsul Ashar SpPD, tak henti-hentinya mengembangkan senyum. Ditemani sang istri, Ny Dahlia Ishaq, pasangan itu menyambut ramah satu per satu tamu yang datang.

Samsul adalah wali kota terpilih Kediri. Dokter spesialis penyakit dalam itu menang telak dalam pemilihan wali kota (pilwali) Oktober tahun lalu. Berpasangan dengan Abdullah Abubakar, Samsul yang diusung koalisi PAN, PDS, dan PPP itu berhasil mendulang lebih dari 40 persen suara. Mereka sukses mengungguli tujuh pasangan lain. Hasil tersebut cukup mengejutkan. Sebab, banyak pengamat yang memperkirakan pilwali Kota Kediri bakal berlangsung dua putaran. Ternyata cukup satu putaran.

Yang juga menarik dari pasangan Samsul-Abdullah adalah latar belakang mereka. Keduanya sama-sama tak berlatar belakang partai. Artinya, mereka bukan politisi. Samsul adalah ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Kediri. Dia juga pernah menjadi wakil direktur RSUD Gambiran Kota Kediri. Sedangkan Abubakar adalah pengusaha kulit dan foto digital.

Jika nanti sudah menjadi wali kota, apakah masih tetap buka praktik? "Saya tidak akan meninggalkan profesi saya sebagai dokter," katanya tegas kepada wartawan. Berarti, Samsul tetap akan membuka praktik. Hanya, kata dia, waktunya diatur. Karena harus berbagi tugas sebagai wali kota, Samsul tidak akan buka praktik setiap hari. "Cukup dua kali seminggu. Harinya Rabu malam dan Sabtu," kata Samsul, didampingi istrinya, Dahlia Ishaq.

Membuka praktik, bagi Samsul merupakan salah satu media agar tetap bisa berinteraksi dengan masyarakat. Dengan bertemu pasien, keluhan masyarakat bisa dia ketahui. Hal itu bisa dijadikan salah satu masukan dalam pengambilan keputusan.

Selain membatasi waktu untuk membuka praktik, Samsul akan membatasi jumlah pasien. Maksimal sepuluh orang dalam setiap pertemuan. Ini agar tugasnya sebagai wali kota tidak terganggu.

Setelah nanti menjadi wali kota, Samsul berjanji mewujudkan programnya one village, one doctor. "Di setiap kelurahan akan ditempatkan satu dokter," tandasnya.

Bagaimana sang Wakil Wali Kota Abdullah Abubakar? Yang menarik dari sosok Abdullah adalah usianya yang masih muda. Pada 12 April nanti, umurnya baru 29 tahun. Diperkirakan dia adalah wakil wali kota termuda di Indonesia. Sebab, berdasarkan penelusuran Radar Kediri (Jawa Pos Group), wakil wali kota termuda sebelum ini adalah Arief Rachadiono Wismansyah, wakil wali kota Tangerang. Arief saat dilantik pada 26 Oktober 2008 berumur 31 tahun.

Selain masih muda, status Abdullah juga masih bujang. "Jangankan istri, sampai sekarang saya belum punya pacar," aku Abdullah saat ditemui di rumahnya, Jalan dr Soetomo, Kota Kediri, Selasa lalu (31/3).

Meski sudah mencapai posisi orang nomor dua di Kota Kediri, anak pertama pasangan Abubakar dan Maryam itu ternyata belum mempunyai rencana menikah. "Kalau nanti sudah diberi jodoh, ya menikah," jawabnya enteng ketika ditanya kapan mengakhiri masa lajang.

Saat ini dia mengaku masih berkonsentrasi untuk menjalankan amanah masyarakat Kota Kediri. Program 100 hari pasangan ini, seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan pendidikan gratis, akan diwujudkan. "Saya melihat itu hak masyarakat. Jadi, kami sebagai fasilitator akan memberikannya," ujarnya.

Untuk kesiapan mental menjadi wakil wali kota, lelaki yang hobi berenang itu mengaku sudah menatanya. Sebelum mencalonkan diri, dia sudah membulatkan tekad. Meski demikian, perasaan grogi tetap saja dirasakan. Setiap malam Abdullah mengaku deg-degan. Apalagi ketika mendekati hari H pelantikan. "Semalam saya hanya tidur sekitar empat jam," akunya.

Dengan masuk birokrasi, Abdullah harus menyesuaikan diri dengan aturan ketat dan serba protokoler. Cara berpakaian dan bersikap harus dia ubah. Jika selama ini sering menggunakan celana jins, dalam rapat resmi Abdullah harus menggunakan celana kain. "Ya, mulai belajar sedikit-sedikit," ujarnya.

Mengenai tempat tinggal setelah dilantik, Abdullah mengatakan, berdasarkan aturan, dia harus menempati rumah dinas di Jalan Pemuda, Kota Kediri. Hal ini agar koordinasi kegiatan dan pengamanan bisa dilakukan lebih mudah. "Sebenarnya saya tidak ingin pindah, tetapi karena sudah aturan, ya mau bagaimana lagi," ujarnya. (fud/jpnn/kum)
SHARES
TAGS  
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar