Rabu, 17 Juli 2019 – 09:21 WIB

DPP KNPI: Pemuda Indonesia Siap jadi Fasilitator Pertemuan Jokowi dengan Prabowo

Kamis, 23 Mei 2019 – 20:02 WIB
DPP KNPI: Pemuda Indonesia Siap jadi Fasilitator Pertemuan Jokowi dengan Prabowo - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Di tengah kerusuhan mencekam di depan kantor Bawaslu, Rabu (22/5) kemarin, suasana penuh tawa malah muncul di markas besar GP Ansor yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi kericuhan. Di sana, para perwakilan pemuda lintas agama merayakan harlah ke-85 GP Ansor.

Hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Sekjen Abdul Rochman, kemudian Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajrieansyah dan Sekjen Addin Jauharuddin, ada juga Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman, Sekjen GEMABUDHI Karsono, Sekjen Pemuda Katholik Christoper Nugroha, Sekjen DPP GAMKI GAMKI Putu, perwakilan Pemuda Muhammadiyah dan Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi.

Kehadiran mereka selain untuk memenuhi undangan GP Ansor memperingati harlah mereka ke-85 juga untuk berorasi menyampaikan pesan perdamaian dan menyerukan rekonsiliasi bagi para elite agar tidak timbul lagi korban dari masyarakat.

Ketua Umum DPP KNPI, Noer Fajrieansyah menyerukan kepada para elite di negeri ini untuk melepaskan ego masing-masing untuk kepentingan bersama dan segera melakukan rekonsiliasi.

"Kalau mereka tidak siap untuk melepaskan ego masing-masing dan mengorbankan masyarakat, kami para pemuda siap menjadi fasilitator bagi Jokowi dan Prabowo agar bisa bertemu dan meredamkan situasi," ujar Fajrie.

Ketum KNPI yang merepresentasikan pemuda di Indonesia ini merasa tokoh negeri ini tidak bisa menjadi contoh bagi para anak muda di mana tidak ada kelegawaan dari pihak yang kalah dalam berkompetisi dan tega untuk mengorbankan masyarakat sipil bentrok dengan aparat demi kekuasaan semata.

(Baca Juga: Bamsoet Berharap Tidak Ada Lagi Korban Kerusuhan)

"Aksi kerusuhan ini sudah di design secara matang karena kami hafal dengan pola-pola seperti ini. Tujuannya membuat chaos negara hanya untuk merebut kekuasaan di luar konstitusional" ujar Fajrie.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar